Kasus Penganiayaan Maut Nizam Syafei: Terungkap Keterlibatan Anggota Geng
Kasus penganiayaan maut terhadap Nizam Syafei (13) yang dilakukan oleh ibu tirinya kini menghadirkan fakta baru yang mengejutkan. Dalam rapat dengar pendapat (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap bahwa ayah kandung korban, Anwar Satibi, diduga terlibat dalam lingkaran geng yang memperburuk situasi hukum kasus ini.
Fakta Menyedihkan tentang Ayah Kandung Nizam
Menurut Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, Anwar Satibi merupakan anggota kelompok geng. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian karena kemungkinan besar geng tersebut berperan dalam ancaman terhadap saksi-saksi kunci.
“Kami juga menginformasikan bahwa mantan suami ibu Lisna ini kebetulan adalah anggota geng, yang menurut saya juga patut untuk diatensi lebih lanjut kepada bapak kepolisian ya khususnya,” ujar Sri Suparyati.
Ancaman Terhadap Ibu Kandung Nizam
Lisnawati, ibu kandung Nizam, mengalami depresi akibat terus-menerus menerima ancaman agar berhenti mengawal kasus hukum anaknya. Pesan-pesan ancaman datang melalui SMS maupun WhatsApp, yang menyuruhnya tidak lagi bicara atau mencampuri urusan hukum.
“Ibu Lisna menerima banyak ancaman baik berupa SMS, WA, dan sebagainya yang ujungnya itu ancaman berupa untuk tidak buka suara dan tidak ikut campur. Ibu Lisna memang sedikit mengalami depresi,” kata Sri Suparyati.
Tuntutan dari Komisi III DPR RI
Menanggapi laporan LPSK, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, meminta aparat penegak hukum tidak berkompromi dengan pihak-pihak yang melakukan intimidasi. Ia menginstruksikan Kapolres Sukabumi untuk menjamin keamanan Lisnawati dan menyikat habis kelompok yang mencoba menghalangi keadilan.
“Sebelum ke Pak Kapolres ya, yang pertama saya minta dijamin keamanannya ibu ini, Pak. Hajar saja gangster-gangster itu. Enggak ada urusan,” tegas Habiburokhman.
Ia juga menekankan agar Polres Sukabumi bekerja cepat dalam menangani kasus ini tanpa terjebak pada urusan administratif yang memperlambat penindakan.
“Masa sudah sejauh ini belum ada penindakan, Pak. Lalu nanti jangan terlalu bertele-tele soal timeline ini,” tambahnya.
Profesi dan Aktivitas Anwar Satibi
Anwar Satibi (38), ayah dari NS (12), seorang bocah yang meninggal setelah diduga menjadi korban penganiayaan ibu tiri. Anwar bekerja sebagai ahli gigi dan membuka klinik yang melayani berbagai perawatan gigi. Pekerjaannya membuatnya sering tinggal di kota lain, sehingga Nizam diasuh oleh ibu tirinya.
Anwar mengaku penganiayaan yang dilakukan istrinya terhadap anak kandungnya itu terjadi saat ia sedang bekerja di kawasan Sukabumi Kota. Ia pulang dari pondok pesantren Darul Maarif di Kecamatan Cibitung, anaknya dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, ia sempat mengajak anaknya jalan-jalan karena sedang libur Ramadan.
Kejadian Mengerikan yang Mengakhiri Hidup Nizam
Saat sedang bekerja, Anwar ditelepon sang istri mengabarkan soal kondisi NS yang memprihatinkan pada tarawih hari pertama puasa. Dia kemudian diminta pulang dari tempat kerjanya di Kota Sukabumi untuk memeriksa kondisi NS. Hingga sang anak dilarikan ke rumah sakit, Anwar tidak menaruh kecurigaan terhadap istrinya.
“Nah, saya pulang karena ada telepon. Pulang ya uih (pulang), (NS) teu damang (sedang sakit), terus mengelantur, panas (demam),” kata Anwar saat ditemui awak media di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026) siang.
Setelah melihat anaknya, Anwar lantas menanyakan kepada istrinya mengapa kondisi NS seperti itu. Namun, lanjut Anwar, sang istri hanya memaparkan kondisi tersebut sebab dipengaruhi demam yang melanda NS.
Pengakuan Anak Sebelum Meninggal
Pada Kamis (19/2/2026) pagi, NS dibawa ke rumah sakit. Saat berada di rumah sakit, NS sempat mengungkapkan kondisi tubuhnya yang melepuh itu akibat diduga penganiayaan oleh ibu tirinya. Barulah di situ dugaan penganiayaan tersebut muncul di benak Anwar.
“NS ngaku dikasih minum air panas, makanya itu ada di dalam video (luka melepuh NS berada) di kaki, ada di punggung, di tangan, banyak,” lanjut Anwar.
Dalam video yang beredar, setelah pengakuan dari NS tersebut sempat terjadi adu mulut. NS kemudian dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) sore.





