Penjelasan Anwar Satibi Mengenai Pemotongan Rambut Istri Tiri
Anwar Satibi, ayah dari NS (13), anak yang meninggal akibat penganiayaan oleh ibu tirinya di Jampang Kulon, akhirnya angkat bicara terkait tudingan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilontarkan mantan istrinya, Lisnawati. Dalam pernyataannya kepada awak media di Kota Sukabumi, Sabtu (28/2/2026), Anwar mengakui bahwa ia memotong rambut Lisnawati menggunakan senjata tajam, namun menolak jika tindakan tersebut disebut sebagai penganiayaan.
“Sebetulnya kalau masuk KDRT tidak ya, karena saya sama dia itu nikahnya nikah siri. Itu rambut dia panjang saya ambil, saya potong, memang dipotongnya pakai golok, tapi itu pun sebenarnya harapannya dia jera,” ujar Anwar.
Kronologi Aksi Nekat Anwar
Anwar menjelaskan kronologi di balik tindakan nekatnya tersebut. Ia mengeklaim bahwa emosinya tersulut karena Lisnawati meminjamkan uang tabungan miliknya kepada kakaknya tanpa izin. Saat Anwar hendak menggunakan uang tersebut, ia baru mengetahui bahwa uangnya sudah tidak ada.
“Apapun yang dia lakukan harus ada konfirmasi dulu ke suami, ada izin dulu. Waktu saya mau pakai uang itu, dia bilang uangnya tidak ada dipinjamkan ke kakak, dari situ saya murka. Tapi murka akting, jadi biar ada perhatian buat dia,” papar Anwar.
Menurut Anwar, tindakannya memotong rambut dengan golok adalah cara agar sang istri takut dan patuh kepadanya sebagai suami. Ia beralasan memilih rambut karena dianggap tidak menimbulkan rasa sakit fisik pada tubuh.
“Saya kan suami, jangan seperti itu bisi dipeuncit (takut digorok). Dipeuncit itu rambutnya dulu, memang panjang banget saya ambil, saya potong. Kenapa saya potong rambut? Kan kalau rambut tidak sakit, beda dengan ke badan,” lanjutnya.
Saling Lapor dan Dugaan Penelantaran
Kasus yang awalnya berfokus pada penganiayaan oleh TR (ibu tiri NS) kini melebar ke konflik antara kedua orang tua kandung korban. Sebelumnya, Lisnawati telah melaporkan Anwar atas dugaan penganiayaan dan penelantaran anak. Menanggapi laporan tersebut, Anwar membantah keras telah menelantarkan NS.
Tak hanya memberikan pembelaan, Anwar menyatakan rencananya untuk melaporkan balik Lisnawati ke pihak kepolisian. Saat ini, polisi masih mendalami seluruh keterangan dari kedua belah pihak guna melihat keterkaitan rentetan peristiwa masa lalu ini dengan kondisi psikologis dan lingkungan tempat tinggal NS sebelum akhirnya meninggal dunia di tangan ibu tirinya.
Peran Polisi dalam Kasus Ini
Polisi sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap semua fakta yang muncul dalam kasus ini. Mereka mencari hubungan antara konflik keluarga, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh TR, serta dampak psikologis terhadap NS sebelum meninggal. Proses ini juga mencakup pemeriksaan lingkungan tempat tinggal NS dan kemungkinan adanya faktor-faktor lain yang turut memengaruhi kondisi korban.
Dalam proses investigasi, polisi juga akan mempertimbangkan pernyataan dari para saksi dan dokumen-dokumen yang relevan. Tujuannya adalah untuk menemukan kebenaran dan memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.





