Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dalam Serangan AS-Israel
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap kompleks kediamannya di Teheran. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (28/2/2026), setelah serangan gabungan AS-Israel menghantam lokasi tersebut.
Menurut laporan dari berbagai sumber, citra satelit dari Airbus Defence and Space menunjukkan bahwa bangunan utama di kompleks kediaman Khamenei, yakni Beit-e Rahbari, dalam kondisi hancur total. Selain menjadi tempat tinggal pemimpin tertinggi Iran, Beit-e Rahbari juga merupakan lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior negara tersebut.
Berdasarkan foto udara, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah. Kabar ini kemudian terkonfirmasi dengan munculnya pernyataan resmi dari Garda Revolusi Iran dan Pemerintah Iran.
Pernyataan Resmi Garda Revolusi Iran
Garda Revolusi Iran mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyebutkan bahwa Ayatullah Ali Khamenei gugur dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut. Berikut adalah bagian dari pernyataan Garda Revolusi Iran:
- Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Dan janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhan mereka, mendapat rezeki. (Surat Ali ‘Imran Ayat 169)
- Kami menyampaikan belasungkawa sekaligus ucapan selamat kepada kehadiran Imam Mahdi—semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau—kepada umat Islam, para otoritas agama besar dan ulama, serta bangsa Iran atas kesyahidan mulia seorang ulama ilahi, pemimpin para syuhada Revolusi Islam, tuan dari para syuhada yang menanti, dan wakil sah Imam Zaman—semoga Allah mempercepat kemunculannya—Imam Khamenei.
- Semoga Allah memberkahinya, di bulan suci Ramadan. Allah Yang Maha Kuasa menerima jiwa besar yang berjuang ini, putra suci dari Sayyidah Fatimah—semoga damai atasnya—sebagaimana pemimpinnya, Panglima Orang Beriman Ali—semoga damai atasnya—di bulan Ramadan yang diberkahi, dan menganugerahkan kepadanya nikmat kesyahidan.
Struktur dan Peran Garda Revolusi Iran
Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) adalah pasukan militer khusus yang dibentuk setelah Revolusi Islam tahun 1979 atas perintah Ayatollah Ruhollah Khomeini (pemimpin Revolusi Iran). Berbeda dengan militer reguler Iran yang berfokus pada pertahanan teritorial, IRGC memiliki mandat utama menjaga sistem politik Republik Islam, melindungi revolusi, serta menghadapi ancaman internal maupun eksternal.
Struktur IRGC mencakup angkatan darat, udara, laut, pasukan khusus Quds untuk operasi luar negeri, serta Basij, yaitu milisi rakyat yang mendukung operasi keamanan dan sosial. Ideologi IRGC berlandaskan pada prinsip Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama) dan Khomeinisme, menjadikannya salah satu institusi paling berpengaruh dalam menjaga stabilitas politik dan memperluas pengaruh Iran di kawasan.
Pernyataan Pemerintah Iran
Pemerintah Iran juga secara resmi telah mengkonfirmasi gugurnya Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel ke kediamannya, Sabtu pagi (28/2/2026). Berikut pernyataan pemerintah Iran:
- Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
- “Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan.” (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)
- Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!
- Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.
Sekilas Tentang Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei lahir pada tahun 1939 di kota suci Syiah Mashhad di timur laut Iran. Ia adalah putra seorang pemimpin Muslim terkemuka dan etnis Azerbaijan dari negara tetangga Irak. Keluarga tersebut pertama kali menetap di Tabriz di barat laut Iran sebelum pindah ke Mashhad, tempat yang disukai oleh para peziarah agama, di mana ayah Khamenei memimpin sebuah masjid Azerbaijan.
Khamenei memulai pendidikannya pada usia empat tahun, mempelajari Al-Quran, dan menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah Islam pertama di Mashhad. Ia tidak menyelesaikan sekolah menengah atas, melainkan bersekolah di sekolah teologi dan belajar dari ulama Islam terkemuka pada masanya, seperti ayahnya, dan Syekh Hashem Ghazvini.
Pada tahun-tahun berikutnya, ia melanjutkan studinya di pusat-pusat pendidikan tinggi Syiah yang lebih bergengsi di Najaf dan Qom. Khamenei diketahui mengambil alih kepemimpinan Republik Islam pada tahun 1989 setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin karismatik yang telah mempelopori revolusi Islam satu dekade sebelumnya.
Serangan AS-Israel Terhadap Iran
Adapun, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. Tak lama setelah itu, Donald Trump kemudian mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.
Dari laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Khamenei. Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota. Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa.
Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.





