Bacaan Liturgi Hari Ini: Pesta Santo Simplisius Paus dan Martir
Hari ini, umat Katolik merayakan Pesta Santo Simplisius Paus dan Martir. Bacaan liturgi yang disiapkan untuk hari ini mengandung pesan-pesan spiritual yang dalam dan relevan dengan tema Pekan II Prapaskah. Warna liturgi hari ini adalah ungu, simbol dari penyesalan dan pengharapan.
Bacaan Hari Ini
Bacaan hari ini mencakup beberapa bagian penting dari Kitab Suci, termasuk bacaan pertama, mazmur tanggapan, injil, dan bacaan dari kitab Perjanjian Lama (BCO). Berikut adalah rinciannya:
Bacaan Pertama: Daniel 9:4b-10
Dalam bacaan ini, Daniel memohon kepada Tuhan dengan penuh kesadaran akan dosa-dosa bangsanya. Ia mengakui bahwa mereka telah berlaku fasik dan tidak taat terhadap perintah Tuhan. Ia juga menegaskan bahwa Tuhan adalah yang benar, sementara manusia patut malu karena dosa-dosa mereka.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 79:8,9,11,13
Mazmur ini memohon pengampunan bagi orang-orang Israel. Ia meminta Tuhan untuk tidak menghitung kesalahan nenek moyang mereka dan memberikan rahmat-Nya segera. Mazmur ini juga menyampaikan harapan bahwa Tuhan akan menyelamatkan umat-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka.
Injil: Lukas 6:36-38
Yesus mengajarkan murah hati seperti Bapa di Surga. Ia menekankan pentingnya tidak menghakimi atau menghukum, tetapi justru mengampuni. Yesus juga mengingatkan bahwa apa yang diberikan akan kembali kepada kita, baik dalam bentuk kebaikan maupun pengampunan.
BCO: Keluaran 14:10-31
Bagian ini menceritakan peristiwa penting ketika orang Israel terjebak antara laut dan pasukan Mesir. Musa menenangkan mereka dengan mengatakan bahwa Tuhan akan berperang untuk mereka. Akhirnya, laut terbelah dan orang Israel bisa melewati laut di tempat kering, sedangkan pasukan Mesir tenggelam.
Santo Simplisius Paus dan Martir
Santo Simplisius adalah seorang paus yang diangkat pada tanggal 3 Maret 468 dan memimpin gereja hingga kematiannya pada tanggal 10 Maret 483. Meskipun informasi tentang hidupnya tidak banyak, ia dikenal sebagai tokoh yang gigih dalam mempertahankan otoritas Tahkta Suci di Roma dan menentang bidaah Monophysitisme.
Simplisius juga menulis surat kecaman terhadap tindakan Kaisar Basiliscus dan Zeno serta mengecam penangkapan para uskup oleh pengikut aliran sesat. Kehidupannya menjadi contoh iman yang kuat dan keteguhan dalam menghadapi tantangan.
Kemartiran Simplisius dicatat dalam buku karya Ardo dari Vienne, yang menjelaskan bagaimana ia meninggal karena imannya kepada Kristus.





