Bacaan Liturgi Selasa 3 Maret 2026: Santo Marinus, Martir

Gereja Katolik Gereja Katedral Tiga Raja Timika Papua Indonesia Minggu 2 Februari 2025
Gereja Katolik Gereja Katedral Tiga Raja Timika Papua Indonesia Minggu 2 Februari 2025

Bacaan Liturgi Hari Selasa 3 Maret 2026

Hari ini, 3 Maret 2026, merupakan hari Selasa yang memiliki makna khusus dalam liturgi Gereja Katolik. Bacaan-bacaan liturgi yang disiapkan untuk hari ini terkait dengan Pesta Santo Marinus, Martir dan juga merupakan hari biasa pekan II Prapaskah tahun A. Warna liturgi pada hari ini adalah ungu, yang menggambarkan kesedihan dan penyesalan akan dosa serta pengharapan akan penebusan.

Bacaan Pertama: Yesaya 1:10, 16-20

Yesaya menyampaikan pesan penting kepada bangsa Israel, terutama para pemimpin mereka. Ia menyerukan agar mereka belajar berbuat baik dan memperhatikan keadilan. Tuhan menuntut perbuatan yang benar dan tidak hanya sekadar ritual semata.

“Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan. Dengarlah firman Tuhan, hai para pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!”

Tuhan mengingatkan bahwa tindakan mereka yang jahat harus dihentikan dan diganti dengan tindakan yang benar. Ia juga meminta mereka untuk membela hak anak-anak yatim dan janda-janda.

“Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.”

Demikianlah Sabda Tuhan. U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 50:8-9, 16bc-17, 21, 23

Mazmur ini menekankan bahwa Tuhan tidak tertarik pada kurban-kurban yang dilakukan secara formal tanpa niat tulus. Ia lebih menghargai orang-orang yang jujur dan benar dalam hidupnya.

“Bukan karena kurban sembelihan engkau dihukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.”

Tuhan menegaskan bahwa apa yang penting adalah hati yang tulus dan tindakan yang benar. “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan dari Allah.”

Bait Pengantar Injil: Yeh 18:31

Bait ini mengajak umat untuk membersihkan diri dari segala dosa dan memperbaharui hati serta rohnya.

“Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap-Ku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.”

Bacaan Injil: Matius 23:1-12

Yesus menegaskan bahwa ajaran para ahli Taurat dan orang-orang Farisi harus diikuti, tetapi tindakan mereka tidak boleh ditiru. Mereka hanya mengajarkan, tetapi tidak melakukannya sendiri.

“Mereka mengikat-ingat beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang.”

Yesus juga menegaskan bahwa semua orang adalah saudara dan tidak boleh saling memanggil dengan gelar-gelar yang membanggakan diri. “Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

Demikianlah Injil Tuhan. U. Terpujilah Kristus.

Sejarah Santo Marinus, Martir

Santo Marinus adalah seorang komandan pasukan Romawi yang dipilih untuk memimpin 100 prajurit. Tugasnya sangat berat karena pasukan ini akan ditempatkan di kota Sasarea, Palestina yang sering mengalami keributan. Namun, ketika upacara pelantikan diadakan, seorang prajurit kafir menentang pengangkatan Marinus karena ia seorang Kristen.

Prajurit kafir tersebut mencoba menggantikan Marinus, tetapi protesnya diajukan ke pengadilan. Marinus dipanggil dan diancam agar meninggalkan imannya. Namun, ia menolak dan memilih mati sebagai martir daripada menjadi kafir. Ia akhirnya meninggal pada tahun 262 sebagai bentuk pengorbanan bagi imannya.

Pos terkait