Indonesia Menjadi Negara dengan Kasus Campak Terbanyak Kedua di Dunia
Pada tahun 2025, tercatat lebih dari 11 ribu kasus campak yang telah dikonfirmasi di Indonesia. Selain itu, terdapat sekitar 60 ribu kasus suspek yang dilaporkan. Angka ini menempatkan Indonesia pada posisi kedua sebagai negara dengan jumlah kasus campak tertinggi di dunia. Laboratorium kesehatan pun mengalami kesulitan dalam menangani hampir 50 ribu spesimen yang masuk sepanjang tahun tersebut.
Lonjakan kasus campak di Indonesia kembali menjadi perhatian global. Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, menyatakan bahwa Indonesia memang berada di urutan kedua dalam daftar negara dengan jumlah kasus campak terbanyak di dunia.
“Indonesia berada di urutan kedua KLB campak di dunia, dan memang demikian adanya. Pada tahun 2025, jumlah kasus campak yang dikonfirmasi mencapai lebih dari 11 ribu, sedangkan kasus suspeknya melebihi 60 ribu,” ujar Prof Anggi pada Sabtu (28/2).
Berdasarkan data IDAI, lima negara dengan jumlah kasus campak terbesar dalam enam bulan terakhir adalah Yaman (11.288 kasus), Indonesia (10.744 kasus), India (9.666 kasus), Pakistan (7.361 kasus), dan Angola (4.843 kasus). Situasi ini semakin diperparah oleh tingkat vaksinasi yang rendah di beberapa wilayah, seperti Timika dan Sumenep, yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Kelompok antivaksin juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka kasus campak. Menurut Prof Anggi, masih ada aktivis yang menolak vaksinasi karena alasan yang salah.
“Ada aktivis antivaksin yang bahkan mengatakan lebih baik anaknya terkena campak daripada divaksinasi, bahkan sampai mengatakan tidak apa-apa jika terkena polio. Apakah benar demikian? Belum tahu komplikasi campak itu apa?” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa komplikasi akibat campak bisa sangat serius, mulai dari kehilangan pendengaran, dehidrasi yang berujung pada kematian, mata kering akibat kekurangan vitamin A, hingga pneumonia.
- Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat campak:
- Kehilangan pendengaran
- Dehidrasi yang bisa menyebabkan kematian
- Mata kering akibat kekurangan vitamin A
- Pneumonia yang bisa berbahaya bagi anak-anak
Pentingnya Vaksinasi untuk Mencegah Penyebaran Campak
Vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit campak. Namun, tantangan seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam program imunisasi dan adanya kelompok antivaksin harus segera diatasi.
Dalam konteks ini, edukasi dan sosialisasi tentang manfaat vaksinasi perlu ditingkatkan, terutama di daerah-daerah dengan tingkat vaksinasi rendah. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi, diharapkan dapat menekan angka kasus campak secara signifikan.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting dalam upaya mengatasi wabah campak. Perlu adanya koordinasi yang baik dalam distribusi vaksin serta pengawasan terhadap penyebaran penyakit.





