jabar.
, DEPOK – Puasa sering dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang memiliki dampak positif terhadap kesehatan tubuh. Namun, manfaat tersebut bisa jadi tidak optimal jika cara berbuka puasa tidak dilakukan dengan benar.
Salah satu risiko yang muncul akibat kesalahan dalam berbuka puasa adalah kondisi yang dikenal sebagai glucose spike atau lonjakan gula darah. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah meningkat secara tajam dan cepat setelah mengonsumsi makanan tertentu, terutama yang tinggi gula atau karbohidrat sederhana.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Mayori, memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak berbuka puasa dengan mengonsumsi gula berlebihan, terutama setelah seharian menahan lapar dan haus. Menurutnya, glucose spike bisa menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh.
“Saat berpuasa, insulin dalam tubuh kita rendah, lambung kosong, serta tubuh dalam kondisi adaptif. Maka, hindari berbuka dengan teh atau sirup manis pekat, kolak, hingga gorengan dan nasi putih berlebihan jika tidak ingin terkena glucose spike,” ujarnya.
Devi menjelaskan bahwa ketika perut dalam kondisi kosong dalam waktu lama kemudian langsung menerima asupan gula atau karbohidrat dalam jumlah besar, tubuh akan merespons dengan memproduksi insulin secara besar-besaran. Hal ini dapat menyebabkan gula darah melonjak drastis dan berpotensi mengganggu metabolisme tubuh.
Lonjakan gula darah yang terjadi berulang kali dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan, terutama bagi individu dengan faktor risiko penyakit metabolik seperti diabetes atau obesitas. Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman saat berbuka puasa.
Beberapa rekomendasi yang diberikan oleh Devi antara lain:
- Mengganti minuman manis dengan air putih saat berbuka puasa. Air putih tidak hanya membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan gula darah.
- Mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan serat sebelum mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar. Ini membantu melambatkan penyerapan gula ke dalam aliran darah dan mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba.
Dengan berbuka puasa yang tepat dan bijak, gula darah akan lebih stabil, energi bertahan lebih lama, berat badan lebih terkontrol, dan ibadah dapat dijalani dengan lebih fokus.
Dinas Kesehatan Kota Depok mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan pola makan seimbang selama bulan Ramadan. Dengan begitu, manfaat kesehatan dari puasa dapat dirasakan secara optimal.




