Kementerian ESDM Fokus Pada Revitalisasi Sumur Tua untuk Meningkatkan Produksi Migas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan revitalisasi sumur-sumur tua minyak bumi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Menurutnya, langkah ini sangat penting karena sejumlah sumur yang sudah berusia lama menyebabkan lifting migas nasional tidak optimal.
Swasembada energi menjadi salah satu pilar Asta Cita Presiden Prabowo yang bertujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Tujuan dari kebijakan ini adalah memaksimalkan penggunaan sumber daya energi dalam negeri agar dapat mengurangi ketergantungan pada pihak luar, sekaligus menjamin keberlanjutan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Swasembada energi harus dipandang sebagai pekerjaan besar yang membutuhkan langkah berbeda, bukan sekadar target administratif, melainkan rangkaian terobosan konkret,” ujar Bahlil dalam acara Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI).
Revitalisasi Sumur Tua Tingkatkan Lifting Migas
Bahlil menekankan bahwa upaya mencapai kemandirian energi harus didasari tindakan nyata dan inovasi teknologi. Ia menyoroti bahwa ketergantungan pada importir merupakan bukti kegagalan dalam mendorong kemandirian secara serius.
Menurut data yang disampaikan oleh Bahlil, dari total 39 ribu hingga 40 ribu sumur yang ada di Indonesia, hanya sekitar 17 ribu hingga 18 ribu sumur yang beroperasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi dan pola kerja sama baru untuk bisa melakukan revitalisasi sumur tua yang membutuhkan investasi besar.
“Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi, tidak ada cara lain. Selebihnya (selain sumur yang beroperasi) itu idle weld karena sudah tua. Nah ini kita kerja samakan,” jelasnya.
Kementerian ESDM Akan Buka Tender 110 Blok Migas

Langkah terobosan lain yang diusulkan adalah mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk dalam plan of development (POD). Selain itu, Kementerian ESDM juga akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi.
“Percepatan eksekusi, investasi teknologi, dan kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Penguatan Kapasitas Kilang untuk Mengurangi Impor

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri. Salah satu contoh nyata adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.
“Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita,” ujarnya.
Target Kementerian ESDM untuk Menghentikan Impor BBM
Bahlil menyampaikan target ambisius bahwa Indonesia akan segera menghentikan impor BBM RON 92-98 serta avtur dalam waktu dekat. Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya mewujudkan swasembada energi.
Sementara itu, beberapa SPBU swasta telah mulai mengajukan permohonan impor BBM untuk tahun 2026. Meski demikian, proses pengajuan tersebut masih dalam pembahasan pemerintah. Dengan adanya kebijakan dan inovasi yang terus dilakukan, diharapkan stok BBM di SPBU swasta seperti Shell cs dapat kembali normal dalam waktu dekat.





