PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengumumkan rencana penambahan modal melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), atau rights issue. Tujuan utama dari rencana ini adalah untuk membayar utang yang dimiliki perusahaan kepada pihak terafiliasi, yaitu PT Sarana Steel (SS).
Rencana ini muncul sebagai akibat dari Perjanjian Utang antara BAJA dan SS. Dalam perjanjian tersebut, BAJA telah memperoleh pinjaman dari SS dengan berbagai syarat dan ketentuan yang telah diatur. Jumlah pokok pinjaman yang diberikan oleh SS kepada BAJA mencapai US$ 20.600.000. Selain itu, bunga pinjaman sebesar 2% per tahun ditambah tingkat suku bunga valas dolar AS per tahun juga dikenakan. Jangka waktu pinjaman ini telah diperpanjang beberapa kali dan terakhir diperpanjang hingga tanggal 3 Oktober 2026.
Berdasarkan Perjanjian Penyelesaian Utang, BAJA dan SS sepakat untuk menyelesaikan utang yang timbul dengan mekanisme tertentu. Salah satu caranya adalah melalui rights issue yang akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru. Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk menyelesaikan utang BAJA kepada SS sesuai dengan Perjanjian Utang serta tambahan modal kerja bagi emiten baja tersebut.
SS akan mengambil bagian dalam penerbitan saham baru tersebut. Kewajiban penyetoran saham-saham tersebut akan dikompensasikan dengan piutang atau hak tagih yang dimiliki SS terhadap BAJA, yaitu sejumlah US$ 20.600.000 (tidak termasuk bunga). Sementara itu, bunga pinjaman yang timbul berdasarkan Perjanjian Utang akan dibayar seluruhnya oleh BAJA kepada SS menggunakan dana yang diperoleh dari PMHMETD I.
“SS sepakat untuk tidak melakukan penghitungan bunga pinjaman dan penagihan kepada perusahaan sejak tanggal 19 Februari 2026 hingga konversi piutang menjadi saham dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tulis Manajemen BAJA dalam keterbukaan informasi, Jumat (20/2).
Untuk melaksanakan rights issue tersebut, BAJA akan meminta restu dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 31 Maret 2026. Selain itu, BAJA juga akan menyampaikan pernyataan pendaftaran PMHMETD I ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Juni 2026 mendatang.
Rights issue ini diperkirakan akan memperoleh pernyataan menjadi efektif oleh OJK pada 7 Agustus 2026. Proses ini merupakan langkah penting bagi BAJA untuk menjaga keseimbangan keuangan perusahaan serta memenuhi kewajiban terhadap utang yang dimilikinya.
Proses Penyelesaian Utang
Berikut adalah tahapan yang akan dilalui BAJA dalam menyelesaikan utang kepada SS:
Pengajuan RUPSLB: BAJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 31 Maret 2026 untuk memperoleh persetujuan pemegang saham.
Pendaftaran PMHMETD I: Pernyataan pendaftaran PMHMETD I akan disampaikan ke OJK pada 11 Juni 2026.
Efektivitas PMHMETD I:* OJK diperkirakan akan memberikan pernyataan menjadi efektif pada 7 Agustus 2026.
Konsekuensi dan Dampak
Penerbitan saham baru melalui rights issue akan memberikan dampak signifikan terhadap struktur kepemilikan saham BAJA. Selain itu, langkah ini juga akan meningkatkan modal kerja perusahaan, yang sangat penting dalam menjaga operasional bisnis dan memenuhi kewajiban keuangan.
Selain itu, kesepakatan antara BAJA dan SS dalam hal penghapusan sementara penghitungan bunga pinjaman juga menunjukkan adanya komitmen kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah keuangan secara damai dan saling menguntungkan.
Kesimpulan
Penambahan modal melalui rights issue merupakan strategi yang diambil BAJA untuk menyelesaikan utang kepada SS. Proses ini melibatkan berbagai tahapan administratif dan regulasi, termasuk persetujuan pemegang saham dan pendaftaran ke OJK. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan BAJA serta memastikan kelancaran operasional perusahaan dalam jangka panjang.





