Balita Berusia 2,5 Tahun Hanyut di Sungai Klaten
Seorang balita berusia 2,5 tahun bernama ADS (inisial) hanyut di sungai Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (2/3/2026). Kejadian ini diduga terjadi akibat korban tergelincir saat arus sungai sangat deras setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.
Peristiwa tragis ini terjadi di Dukuh Jetis, Desa Bentangan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sejauh sekitar 4 kilometer dari titik awal kejadian. Pencarian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Basarnas Solo, BPBD Klaten, PMI, Damkar, dan relawan.
Kronologi Peristiwa
Kapolsek Wonosari, AKP Aleg Ipanudin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, piket Polsek menerima informasi dari masyarakat tentang kejadian anak yang tergelincir di sungai di Desa Bentangan. Petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian segera mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Beberapa anak melihat peristiwa tersebut, namun mereka tidak berani memberikan pertolongan karena arus sungai yang sangat deras. Arus ini disebabkan oleh hujan yang turun sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIB.
Para saksi kemudian mencari bantuan orang dewasa di sekitar lokasi. Setelah itu, kejadian dilaporkan ke Polsek Wonosari.
Proses Pencarian yang Intensif
Proses pencarian balita yang hanyut melibatkan berbagai unsur, seperti Basarnas Solo, BPBD Klaten, Damkar Satpol PP Klaten, PMI Klaten, dan relawan Kecamatan Wonosari. Tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga mengarah ke Bengawan Solo.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif karena kondisi arus yang cukup deras. Setelah dilakukan penyisiran, korban ditemukan sekitar 4 kilometer dari titik awal TKP. Korban ditemukan di saluran irigasi dalam kondisi sudah tidak bergerak saat dievakuasi.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ada cairan yang masuk paru-paru, kemungkinan karena tenggelam menghirup air. Jadi, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Aleg.
Penyerahan Jenazah ke Keluarga
Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh Puskesmas Wonosari, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dari pihak keluarga, kejadian ini diterima sebagai musibah. Jenazah korban langsung di makamkan pada malam hari setelah kejadian.
Faktor yang Mempengaruhi Kejadian
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama ketika hujan turun dan arus sungai menjadi sangat deras. Selain itu, pentingnya kesadaran masyarakat untuk segera melapor dan mencari bantuan apabila terjadi kejadian darurat.
Beberapa faktor yang memperparah situasi adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya arus deras serta kurangnya pengawasan terhadap anak-anak di area rawan. Dengan demikian, upaya pencegahan dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.





