Bangkai Babi di Bawah Jembatan Tagari Ancam Kualitas Air PDAM Toraja Utara

Bangkai Babi Rantepao 1862023 2
Bangkai Babi Rantepao 1862023 2

Penemuan Bangkai Babi di Pinggir Sungai Sa’dan Memicu Kekhawatiran

Di kawasan Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, sebuah bangkai babi ditemukan di tepi Sungai Sa’dan. Lokasi penemuan berada di bawah Jembatan Tagari, Kelurahan Tagari Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu. Keberadaan bangkai tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Bangkai babi yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, karena sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa bangkai tersebut tergeletak di tepi aliran sungai dan belum dievakuasi. Warga setempat menduga bahwa bangkai tersebut telah berada di lokasi selama kurang lebih sepekan.

Sampai saat ini, belum ada informasi pasti mengenai kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan bangkai babi tersebut ke bantaran sungai. Namun, keberadaannya menimbulkan kekhawatiran akan dampak pencemaran lingkungan yang bisa merusak kualitas air dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Toraja Utara, Robby Popang, menegaskan bahwa pembuangan bangkai hewan ke sungai dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Sungai Sa’dan merupakan salah satu sumber air baku PDAM, sehingga kualitas airnya sangat penting untuk kebutuhan masyarakat.

“Bangkai yang dibuang ke sungai jelas berdampak pada kualitas air. Apalagi Sungai Sa’dan merupakan salah satu sumber air baku PDAM,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang bangkai ternak ke aliran sungai. Jika ditemukan hewan mati, warga diminta untuk segera menguburkannya guna mencegah pencemaran. “Kalau ada ternak mati, sebaiknya dikubur. Jangan dibuang ke sungai,” tegasnya.

Selain itu, ia berharap peran aktif pemerintah setempat, termasuk aparat lingkungan dan kepala lembang, untuk memberikan edukasi langsung kepada warga. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama demi keberlangsungan lingkungan dan kesehatan masyarakat Toraja Utara.

Tindakan yang Harus Diambil

  1. Pengelolaan Sampah dan Bangkai Hewan

    Masyarakat harus lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan bangkai hewan. Pembuangan bangkai ke aliran sungai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebarkan penyakit.

  2. Edukasi dan Sosialisasi

    Pemerintah daerah dan lembaga lingkungan perlu melakukan sosialisasi secara berkala kepada warga. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

  3. Peningkatan Pengawasan

    Aparat lingkungan dan pihak berwajib perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti pembuangan limbah atau bangkai hewan.

  4. Kolaborasi dengan Masyarakat

    Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga kualitas lingkungan sekitar.

  5. Pemantauan Kualitas Air

    PDAM dan instansi terkait perlu melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas air sungai. Hal ini dilakukan untuk memastikan air yang digunakan oleh masyarakat tetap aman dan layak konsumsi.

Pos terkait