Hujan Deras Mengakibatkan Banjir di Jakarta
Hujan yang mengguyur Jakarta sejak malam hari pada Kamis (19/2) menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa lebih dari 60 RT dan beberapa ruas jalan tergenang hingga pukul 07.00 WIB.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa terdapat 61 RT dan enam ruas jalan yang tergenang. Ia menyampaikan informasi tersebut di Jakarta pada Jumat (20/2).
Wilayah dengan jumlah RT terbanyak yang terendam banjir adalah Jakarta Selatan, yaitu sebanyak 58 RT. Di antara kelurahan-kelurahan tersebut, Petogogan, Kebayoran Baru, menjadi wilayah dengan jumlah RT yang terkena banjir terbanyak.
“Ada 39 RT di Petogogan dengan ketinggian genangan antara 40 hingga 75 cm,” ujar Yohan. Hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, luapan Kali Krukut, serta luapan penghubung (PhB) Nipam.
Selain itu, tiga RT lainnya juga terkena banjir di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat. Ketinggian banjir di wilayah tersebut mencapai 30 sentimeter.
Lokasi Ruas Jalan Terendam Banjir
Berikut adalah enam ruas jalan yang tergenang banjir:
- Jalan Gaya Motor Raya, Kebon Bawang, Jakarta Utara, dengan ketinggian 30 cm.
- Jalan Strategi Raya, Joglo, Jakarta Barat, dengan ketinggian 30 cm.
- Jalan Basoka Raya, Joglo, Jakarta Barat, dengan ketinggian 40 cm.
- Jalan Srengseng Raya, Srengseng, Jakarta Barat, dengan ketinggian 20 cm.
- Jalan Ciledug Raya (depan Pom Bensin Shell), Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, dengan ketinggian genangan 30 cm.
- Jalan Pondok Karya, Pela Mampang, Jakarta Selatan, dengan ketinggian 60 cm.
Upaya BPBD DKI untuk Mengatasi Banjir
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk melakukan penyedotan genangan air serta memastikan tali air berfungsi dengan baik. Yohan menargetkan agar banjir dapat surut dalam waktu yang cepat.
Dengan adanya banjir ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan banjir. Selain itu, penting bagi warga untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan bencana dari instansi terkait.
Pemerintah DKI Jakarta juga sedang memperkuat sistem drainase dan infrastruktur air guna mencegah terulangnya kejadian banjir di masa depan. Diharapkan dengan langkah-langkah ini, Jakarta dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem seperti hujan deras yang sering terjadi.





