Berbagai Program Bantuan Sosial yang Dijadwalkan Cair pada Maret 2026
Bantuan sosial (bansos) merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Berbagai program bansos dijadwalkan kembali disalurkan pada Maret 2026, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta tambahan bantuan berupa beras dan minyak goreng.
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH adalah bantuan tunai yang diberikan kepada penerima sesuai dengan kategori tertentu. Pencairan dilakukan dalam empat tahap selama satu tahun. Pada Maret 2026, penyaluran PKH masih berada di tahap pertama dan memasuki bulan terakhir. Masyarakat yang telah terdaftar di DTSEN namun belum menerima bantuan pada Januari atau Februari, memiliki peluang untuk menerima pencairan pada bulan ini.
Besaran bantuan PKH per kategori sebagai berikut:
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per tahap atau Rp3.000.000 per tahun
- Anak usia dini 0–6 tahun: Rp750.000 per tahap atau Rp3.000.000 per tahun
- Siswa SD/sederajat: Rp225.000 per tahap atau Rp900.000 per tahun
- Siswa SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap atau Rp1.500.000 per tahun
- Siswa SMA/sederajat: Rp500.000 per tahap atau Rp2.000.000 per tahun
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap atau Rp2.400.000 per tahun
- Lanjut usia: Rp600.000 per tahap atau Rp2.400.000 per tahun
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000 per tahap atau Rp10.800.000 per tahun
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

BPNT merupakan bantuan untuk kebutuhan bahan pangan senilai Rp200.000 per bulan. Penyalurannya dapat dilakukan bersamaan dengan program bantuan lain, termasuk PKH. BPNT menjadi salah satu bansos rutin yang sering dicairkan oleh pemerintah.
Tambahan Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga merencanakan distribusi bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng pada periode Februari hingga Maret 2026. Sebanyak 33,2 juta orang menjadi sasaran program ini, yakni masyarakat yang masuk kategori desil I sampai IV dalam DTSEN. Untuk distribusi dua bulan sekaligus, Perum Bulog akan menyalurkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun guna mendukung pelaksanaan bantuan pangan tersebut.
Cara Mengecek Status Penerima Bansos
Agar dapat menerima bansos, masyarakat harus memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP telah terdaftar secara resmi dalam sistem DTSEN. Berikut langkah-langkah mengecek status penerima bansos:
- Melalui Situs Resmi Kemensos
- Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah sesuai domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan)
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang tersedia
-
Klik “Cari Data”
Jika terdaftar, sistem akan menampilkan informasi nama penerima, jenis bantuan, serta periode pencairannya. -
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store atau App Store
- Login atau lakukan pendaftaran akun
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Masukkan data sesuai KTP
- Jawab pertanyaan verifikasi
- Tekan “Cari Data”
Apabila nama tercantum sebagai penerima, akan muncul keterangan lengkap meliputi nama, usia, jenis bantuan, status penerimaan, dan periode pencairan.





