Banyak Dusun Sagu Belum Termanfaatkan, Kadis Pertanian SBT Dorong Pengelolaan Optimal

2023103 Kepala Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Kabupaten Raja Ampat Waluyo 1
2023103 Kepala Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Kabupaten Raja Ampat Waluyo 1

Potensi Sagu yang Masih Terabaikan di Kabupaten Seram Bagian Timur

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sofyan Waraiya, menyampaikan bahwa banyak dusun sagu yang belum dikelola secara optimal meskipun memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan yang lebih baik agar sagu bisa menjadi komoditas unggulan daerah.

Dalam sebuah FGD yang digelar di Kota Bula, ia menyatakan bahwa kebanggaan masyarakat terhadap sagu sebagai identitas lokal belum sejalan dengan konsumsi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Menurutnya, masih banyak potensi sagu yang tidak dimanfaatkan secara maksimal, padahal komoditas ini bisa menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.

“Banyak dusun sagu yang tidak dimanfaatkan atau tidak dikelola. Ini anugerah yang diberikan kepada kita sebagai sumber kehidupan, namun belum dikelola secara baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sofyan juga mengungkapkan bahwa kebanggaan masyarakat terhadap sagu belum sepenuhnya tercermin dalam tindakan nyata, seperti tingkat konsumsi yang relatif rendah dibandingkan pangan lain seperti beras. Ia mempertanyakan apakah sagu sudah menjadi brand yang dikenal oleh orang Maluku.

Upaya Kolaborasi untuk Pengembangan Sagu

Melalui FGD tersebut, pemerintah daerah bersama akademisi dan pemangku kepentingan berupaya merumuskan langkah konkret dalam pengembangan sagu sebagai komoditas unggulan. Kegiatan ini didanai melalui program Dinas Pertanian Kabupaten SBT Tahun Anggaran 2026.

“Forum ini menjadi ruang diskusi bersama atas hasil survei dan penelitian yang telah dilakukan, sehingga ke depan pengembangan sagu tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, petani, pelaku UMKM hingga dunia usaha dapat menjadikan sagu sebagai penggerak ekonomi baru di Kabupaten SBT. Menurutnya, jika sagu dikelola secara serius, bukan tidak mungkin komoditas ini menjadi kekuatan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Langkah-Langkah Konkret untuk Meningkatkan Pengelolaan Sagu

Beberapa langkah yang disarankan oleh Sofyan antara lain:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat sagu sebagai sumber pangan dan ekonomi.
  • Penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dengan akademisi untuk melakukan riset dan pengembangan teknologi pengolahan sagu.
  • Pelibatan para petani dan pelaku UMKM dalam proses produksi dan pemasaran sagu.
  • Pemasyarakatan merek sagu sebagai produk lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, Sofyan menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dalam mengolah sagu. Hal ini akan membantu meningkatkan nilai tambah dari produk sagu dan memperluas pasar.

Peran Pemerintah dan Akademisi dalam Pengembangan Sagu

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sagu melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan bantuan teknis dan finansial kepada petani dan pelaku usaha lokal.

Akademisi juga memiliki peran penting dalam mengembangkan sagu, termasuk dalam hal penelitian, pengembangan varietas sagu yang lebih unggul, serta penerapan teknologi modern dalam proses produksi dan pengolahan.

Kesimpulan

Sagu memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Seram Bagian Timur. Namun, untuk memaksimalkan potensi ini, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, petani, pelaku UMKM, dan dunia usaha. Dengan upaya bersama, sagu bisa menjadi penggerak ekonomi dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.




Pos terkait