Barongsay Buru Angpao dan Main Bola, Simbol Kerukunan di Malam Cap Go Meh

Simbol Keberagaman Dan Kerukunan Festival Imlek Dan Cap Go Meh Meriahkan Tabanan 2 Scaled 1
Simbol Keberagaman Dan Kerukunan Festival Imlek Dan Cap Go Meh Meriahkan Tabanan 2 Scaled 1

Kemeriahan Malam Jelang Cap Go Meh 2026 di Kampung Cina Manado

Malam hari di kampung Cina Manado terasa sangat meriah menjelang perayaan Cap Go Meh 2026. Berbagai atraksi menarik disajikan untuk menghibur warga dan pengunjung yang hadir. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah tampilnya kelompok Barongsay yang melakukan berbagai aksi unik, termasuk bermain sepakbola.

Atraksi Barongsay digelar di dua lokasi utama, yaitu Kelenteng Kwan Kong dan Kelenteng Ban Hing Kiong. Pada malam tersebut, sekitar delapan orang Barongsay tampil di halaman Kelenteng Kwan Kong. Mereka tidak hanya sekadar menari, tetapi juga melakukan aksi lucu demi menarik perhatian ratusan warga yang berkumpul di sana.

Yang paling mudah “dibujuk” adalah anak-anak. Mereka yang tertarik dengan aksi Barongsay lalu meminta orang tua mereka memberikan angpao. Orang tua pun luluh dan uang dimasukkan ke dalam amplop merah, lalu diikat di buluh dan diserahkan kepada Barongsay. Dengan gaya yang atraktif, Barongsay menjemput angpao, lalu berterima kasih dengan mengangguk-anggukkan kepala.

Tidak hanya itu, Barongsay juga memeragakan gerakan seperti mencium si anak yang baik hati. Di saat tidak ada yang memberi angpao, mereka menampilkan aksi langka. Seseorang memberi sebuah benda seperti bola, yang digigit, lalu ditendang ke arah Barongsay lain. Yang juga balas menendang hingga mirip bermain sepakbola. Suasana begitu meriah, semakin malam semakin panas.

Pengunjung kian berdatangan, membuat suasana semakin ramai. Tidak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan asing turut menyaksikan aksi Barongsay. Di Kelenteng Ban Hing Kiong, selain Barongsay, tampil pula Liong yang dimainkan oleh beberapa pemuda. Gerakannya seperti naga yang melesat cepat, memburu mustika. Aksi ini ditonton dengan rasa takjub oleh warga maupun wisatawan asing.

Kendel, seorang warga setempat, mengaku senang bisa menonton Barongsay setiap malam jelang Cap Go Meh. “Ini hiburan gratis yang menghibur,” katanya. Ia tidak datang sendiri, tetapi membawa istri dan kedua anaknya. “Yang paling senang adalah anak-anak, saat diminta pulang mereka ngotot tinggal, katanya mau lihat Barongsay,” tambahnya.

Andi, seorang warga lainnya, terkesan dengan keramaian dan suasana penuh toleransi dan kedamaian. “Di sana saya bertemu dengan teman-teman dari agama yang berbeda, sangat indah dan sejuk,” katanya.

Perayaan Cap Go Meh 2026 di kampung Cina Manado terasa sangat spesial karena adanya kebersamaan antar semua lapisan masyarakat. Tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga saling mendukung dan bersuka cita bersama.


Pos terkait