Kesiapan Jalan Nasional di Kalimantan Timur untuk Arus Mudik Lebaran 2026
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus memacu kesiapan infrastruktur jalan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026. Dalam persiapan ini, BBPJN Kaltim telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan kondisi jalan nasional dalam keadaan mantap.
Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menyatakan bahwa secara umum jalur logistik dan jalur mudik di wilayah Kaltim siap melayani masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026. Hingga memasuki periode persiapan mudik Lebaran 2026 ini, Yudi mengungkapkan kemantapan jalan nasional di Kaltim telah mencapai angka signifikan.
“Jalan nasional di Kaltim saat ini berada dalam kondisi mantap (baik dan sedang) sebesar 87,23 persen. Kami terus berupaya mengoptimalkan sisa persentase lainnya agar kenyamanan pemudik tetap terjaga,” ujar Yudi, Sabtu (28/2/2026).
Percepatan Penanganan Lubang dan Penghentian Proyek
Percepatan penanganan lubang serta penghentian proyek H-10 jelang Lebaran 2026 menjadi target BBPJN Kaltim. Terkait titik jalan yang masih mengalami kerusakan, pihaknya melakukan langkah cepat melalui penutupan lubang (patching) di berbagai ruas jalan nasional. Targetnya, seluruh penanganan lubang rampung sebelum arus mudik memuncak.
Untuk menghindari kemacetan panjang akibat aktivitas konstruksi, BBPJN akan menerapkan kebijakan pembatasan kerja. Mulai H-10 hingga H+10 Lebaran, seluruh pekerjaan fisik yang berpotensi mengganggu lalu lintas akan dihentikan sementara.
“Kami instruksikan penghentian pekerjaan pada puncak mudik agar tidak ada alat berat atau material yang menghambat arus kendaraan,” imbuhnya.
Skema Penanganan Darurat
Menghadapi potensi munculnya lubang baru akibat cuaca maupun beban kendaraan, BBPJN Kaltim telah menyiapkan skema penanganan darurat. Di antaranya penyediaan campuran aspal panas (hotmix) untuk penutupan permanen, perataan agregat untuk penanganan cepat, serta penyiagaan Disaster Relief Unit (DRU) berikut alat berat di titik rawan.
“Kami tetap siagakan unit untuk mengantisipasi kemungkinan akibat cuaca serta jika ada penanganan bersifat darurat,” terang Yudi.
Siapkan Posko Lebaran
Selain perbaikan fisik, BBPJN Kaltim juga fokus pada pelayanan di lapangan. Sejumlah Posko Lebaran akan didirikan di titik strategis sepanjang jalan nasional. Koordinasi juga mencakup jalur tol fungsional di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) guna membantu memecah kepadatan arus kendaraan.
“Tim siaga Lebaran akan tetap berjaga di posko-posko tersebut. Mereka siap bergerak jika diperlukan perbaikan jalan mendadak selama masa libur panjang berlangsung,” ujar Yudi.
Dengan persiapan ini, diharapkan arus mudik di Bumi Etam pada 2026 berjalan lancar, minim hambatan, dan masyarakat dapat tiba di tujuan dengan selamat.
“Posko kami merupakan fasilitas bagi masyarakat yang melakukan mudik Lebaran sekaligus tempat tim melakukan pemantauan infrastruktur jalan dan jembatan agar arus mudik 2026 berjalan aman dan lancar,” katanya.
Jalan Rusak Disorot
Meski perbaikan dikebut, potensi kerawanan di jalur mudik masih ada. Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Yanuar Insan, mengungkap dua titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai. Pertama, ruas jalan provinsi Kutai Kartanegara menuju Kutai Barat yang memiliki tingkat kerawanan akibat kondisi jalan rusak. Kedua, ruas jalan provinsi Kutai Timur menuju Berau.
“Itu potensi kerawanannya karena kondisi jalan yang banyak rusak,” ujarnya.
Polda Kaltim juga mencatat kecelakaan fatal di Kabupaten Paser yang menewaskan dua orang. Namun faktor dominan disebut karena kelalaian pengemudi saat hujan lebat dan kecepatan tinggi.
Untuk pengamanan mudik 2026, kepolisian menyiapkan rencana pendirian 88 pos yang terdiri dari 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu. Jumlah ini masih menunggu finalisasi hasil survei lintas sektoral.
“Pos terpadu itu paling lengkap. Ada layanan kesehatan, tempat istirahat, sarana ibadah, bahkan bengkel,” jelasnya.
Ia mengingatkan pemudik agar tidak memaksakan berkendara saat mengantuk serta memastikan kondisi kendaraan sebelum berangkat.





