Pelatihan Komponen Cadangan ASN Dilakukan di Lima Lokasi
Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa sebanyak 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan (komcad) di lima lokasi pelatihan TNI. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan dan kedisiplinan para ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
Lima lokasi yang digunakan untuk pelatihan tersebut adalah Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1. Setiap lokasi telah menyiapkan fasilitas terbaik agar proses pelatihan berjalan dengan optimal. Fasilitas seperti barak, lapangan latihan, ruang kelas, serta fasilitas kesehatan dan dapur lapangan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan peserta.
Selain itu, pihak-pihak terkait juga menyiapkan pelatih, staf, petugas medis hingga personel terbaik dari Marinir untuk mendampingi proses latihan. Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Kolonel (Mar) Rana Karyana, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyusunan kurikulum dan jadwal latihan yang sesuai dengan karakteristik peserta ASN, yang tidak memiliki latar belakang militer aktif. Hal ini bertujuan agar pelatihan tetap proporsional dan aman.
Rana juga memastikan adanya prosedur pengamanan dan keselamatan selama pelatihan berlangsung. Standar mitigasi risiko telah dipersiapkan untuk memastikan semua peserta dapat menjalani latihan dengan nyaman dan aman. Meskipun konsep pelatihan dan sarana yang digunakan merupakan standar dari Korps Marinir, Rana menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menyesuaikan pola pelatihan untuk para ASN.
“Kami akan melakukan penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil,” ujar Rana. Ia berharap seluruh fasilitas dan materi pelajaran yang telah disediakan Korps Marinir dapat mendukung proses pelatihan komcad ASN sehingga berjalan secara maksimal.
Pendidikan Komcad bagi ASN bukan ditujukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif, melainkan membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara. Dengan demikian, apabila negara memanggil, mereka telah memiliki dasar pembekalan yang memadai.
Materi Khusus yang Disiapkan oleh Korps Marinir
Rana juga menjelaskan beberapa materi khusus yang akan diberikan kepada para peserta pelatihan komcad ASN. Materi tersebut mencakup penanaman karakter disiplin tinggi dan loyalitas, pembentukan mental pantang menyerah dan adaptif terhadap tekanan, serta dasar-dasar survival dan ketahanan lapangan. Selain itu, peserta juga akan diajarkan tentang soliditas tim (esprit de corps), yang penting meskipun peserta berasal dari latar belakang ASN.
“Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara,” tambah Rana. Pengetahuan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para ASN sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
Fasilitas dan Proses Pelatihan
Selain materi, Rana memastikan seluruh fasilitas terbaik dari mulai lapangan, barak, kelas, hingga tenaga medis milik Korps Marinir akan dikerahkan untuk mendukung jalannya pelatihan komcad. Hal ini dilakukan agar proses pelatihan berjalan dengan lancar dan efektif.
Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa para ASN akan dilatih tentang dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi. Proses pelatihan gelombang pertama akan dimulai sejak April 2026 dan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan.
Kemhan memberikan kuota sebanyak 4.000 orang untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN-nya mengikuti pelatihan komcad. Pelatihan gelombang pertama direncanakan sebanyak 2.000 ASN, sedangkan gelombang kedua dengan jumlah yang sama akan digelar pada pertengahan 2026.
Per hari Kamis, tercatat ada 987 ASN yang sudah terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai komcad gelombang pertama. Angka ini kemungkinan akan bertambah menjelang pelatihan gelombang pertama pada April 2026.
Karo Infohan berharap dengan adanya pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.





