BEI ingatkan investor tetap waspada di tengah konflik, perhatikan dasar saham

3511090640
3511090640

Bursa Efek Indonesia Mendorong Investor untuk Tetap Tenang dan Fokus pada Fundamental

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak investor untuk tetap berinvestasi secara rasional dan fokus pada aspek fundamental perusahaan di tengah situasi pasar yang sedang mengalami tekanan. Imbauan ini dikeluarkan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,32% atau 191,33 poin menjadi 8.044 pada perdagangan intraday pukul 09.18 WIB.

Penurunan indeks terjadi akibat meningkatnya ketegangan konflik geopolitik setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke Iran melalui jalur udara dan laut. Iran merespons dengan balasan yang memicu eskalasi di beberapa wilayah Timur Tengah.

Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa ketidakpastian global akibat konflik tersebut dapat memengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta pelaku pasar tetap tenang dalam mengambil keputusan investasi.

“Kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental,” ujar Jeffrey dalam keterangan resminya.

Strategi Investasi yang Sesuai dengan Profil Risiko

Selain itu, Jeffrey juga menyarankan investor untuk menyesuaikan strategi investasinya sesuai dengan profil risiko masing-masing agar bisa menghadapi volatilitas pasar. Dengan demikian, investor dapat lebih siap menghadapi fluktuasi pasar.

Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas melihat bahwa tensi geopolitik global yang semakin tinggi berpotensi membuat pergerakan pasar tetap diliputi ketidakpastian dalam jangka pendek. Riset dari Kiwoom merekomendasikan investor untuk mengurangi porsi portofolio dan mengambil sikap wait and see sementara waktu.

Meskipun demikian, Kiwoom menilai bahwa pasar Indonesia yang berbasis komoditas masih memiliki peluang mendapatkan sentimen positif. Hal ini didasarkan pada pengalaman saat pecahnya perang Rusia-Ukraina pada 2022, di mana kenaikan harga komoditas mendorong IHSG menguat sekitar 5% sejak awal invasi hingga mencapai puncaknya pada April 2022.

Dengan catatan berisiko tinggi, peluang trading pada saham berbasis komoditas seperti energi dan emas dinilai masih terbuka, selama investor menerapkan disiplin manajemen risiko yang ketat.

Proyeksi Level Support IHSG

Secara teknikal, Kiwoom memproyeksikan level support (batas terendah) IHSG berada di kisaran 8.000–7.950 dan 7.840. Dengan adanya proyeksi ini, investor dapat mempersiapkan strategi investasi mereka secara lebih baik.

Penurunan Harga Saham Konglomerasi

Seiring dengan rontoknya indeks pada perdagangan intraday hari ini, sejumlah saham konglomerasi mengalami penurunan signifikan. Contohnya:

  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) anjlok 11,21% ke level 190
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 4,52% ke level 1.900
  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 4,76% ke level 1.000
  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) rontok 9,28% ke level 532

Kenaikan Harga Saham Sektor Energi dan Emas

Di sisi lain, saham-saham sektor energi dan emas justru menguat. Beberapa contoh antara lain:

  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 4,89% ke level 4.720
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 10,80% ke level 1.950
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melesat 7,30% ke level 9.925
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak 4,37% ke level 4.540
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 3,46% ke level 1.945
  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 3,90% ke level 8.650

Pos terkait