Bencana Alam di Ambon 2025: Teluk Ambon Paling Sedikit, Sirimau Paling Banyak

Laporan BPBD Kota Ambon: 1.325 Kali Bencana Alam Terjadi di Tahun 2025

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mencatat sebanyak 1.325 kejadian bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2025. Data ini dihimpun dari lima kecamatan yang ada di kota tersebut, yaitu Baguala, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Sirimau, dan Teluk Ambon.

Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah kejadian bencana alam berbeda-beda antar kecamatan. Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, sementara Teluk Ambon memiliki angka terendah.

Daftar Bencana Alam Berdasarkan Kecamatan

Kecamatan Sirimau

Sirimau menjadi wilayah dengan jumlah bencana alam paling banyak, yaitu sebanyak 937 kejadian. Dari jumlah tersebut, tanah longsor mendominasi dengan 888 kejadian. Sisanya, sebanyak 49 kejadian terdiri dari banjir dan pohon tumbang.

Kecamatan Nusaniwe

Kecamatan Nusaniwe mencatat 172 kejadian bencana alam. Tanah longsor menjadi penyebab utama dengan 147 kejadian, sedangkan 25 kejadian lainnya meliputi cuaca ekstrem dan pohon tumbang.

Kecamatan Leitimur Selatan

Leitimur Selatan mengalami 117 kejadian bencana alam. Sebagian besar adalah tanah longsor sebanyak 110 kejadian, sementara 7 kejadian lainnya berupa banjir.

Kecamatan Baguala

Baguala mencatat 78 kejadian bencana alam. Tanah longsor menjadi penyebab utama dengan 54 kejadian, dan sisanya 24 kejadian terdiri dari cuaca ekstrem.

Kecamatan Teluk Ambon

Teluk Ambon menjadi kecamatan dengan jumlah bencana alam terendah, hanya 21 kejadian. Dari jumlah tersebut, hanya 2 kejadian tanah longsor yang dilaporkan.

Upaya BPBD dalam Menangani Bencana Alam

Frits Tatipikalawan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk memastikan penanganan bencana alam dapat dilakukan secara optimal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kita terus lakukan koordinasi dengan pihak lainnya untuk mengupayakan penanganan bencana alam yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Selain upaya penanganan dari BPBD, Frits juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak berlindung di bawah pohon rindang saat cuaca ekstrem. Selain itu, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyebabkan banjir.

Jenis-Jenis Bencana yang Terjadi

Berdasarkan data yang dikumpulkan, beberapa jenis bencana alam yang sering terjadi di Kota Ambon antara lain:

  • Tanah Longsor: Paling banyak terjadi di berbagai kecamatan, terutama di Sirimau dan Leitimur Selatan.
  • Banjir: Terjadi di beberapa wilayah, terutama setelah curah hujan tinggi.
  • Cuaca Ekstrem: Mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur dan permukiman.
  • Pohon Tumbang: Sering terjadi akibat angin kencang atau hujan deras.
  • Kebakaran Permukiman: Meski tidak terlalu sering, kebakaran tetap menjadi ancaman bagi warga.

Dengan data yang telah dikumpulkan, BPBD Kota Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan bencana serta memperkuat kesadaran masyarakat akan risiko bencana alam.








Pos terkait