Sidak Menu MBG di SDN 2 Semayap, Komisi II DPRD Kotabaru Periksa Kualitas dan Kuantitas
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru melakukan inspeksi mendadak terhadap menu Makanan Beragam Gizi (MBG) yang diberikan kepada siswa SDN 2 Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, pada Selasa (3/3/2026).
Ketua Komisi II, Abu Suwandi bersama anggota lainnya, H Abdul Kadir dan Muhammad Zaini, tiba di sekolah yang berada di Jalan Brigjen Hasan Basri sekitar pukul 09.01 WITA. Tujuan dari sidak ini adalah untuk memastikan bahwa kualitas dan kuantitas makanan yang diberikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Selama sidak, beberapa porsi menu MBG yang dibagikan kepada siswa diperiksa secara langsung. Untuk hari ini, menu kering yang diberikan kepada siswa kelas rendah berupa sekeping roti tawar, abon ayam, tempe, serta dua biji kurma dalam satu porsi kecil. Sementara itu, untuk porsi besar yang diberikan kepada siswa kelas IV ke atas, terdapat penambahan satu buah kurma dan porsi abon ayam yang lebih banyak.
Namun, ada beberapa hal yang menjadi perhatian selama sidak ini. Salah satunya adalah totebag yang digunakan sebagai kemasan pembungkus menu MBG. Totebag tersebut bertuliskan “SPPG Semayap Pulau Laut Utara 2 Yayasan Alifa Cahaya Bersinar”, namun tidak dibawa pulang oleh siswa. Menu MBG hanya dibagikan di ruang kelas, dan setelah itu siswa membawa pulang dengan kantong plastik yang sudah disediakan.
Seorang guru yang ditemui mengungkapkan bahwa pihak sekolah hanya bertugas menyalurkan menu MBG, tanpa campur tangan lebih lanjut terkait isi atau kualitas makanan yang diberikan. Ia menyatakan bahwa makanan yang diterima siswa adalah seperti yang terlihat di kantong plastik yang akan dibagikan.
Abu Suwandi, ketua Komisi II, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima beberapa laporan dari masyarakat yang merasa bahwa menu MBG yang didistribusikan tidak sesuai dengan harapan. Harga yang diketahui umumnya adalah Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar. Belum lagi, beberapa item seperti buah yang pernah ditemukan sebelumnya dinilai kurang memenuhi standar.
Harapan dari Komisi II adalah agar para penyelenggara program MBG lebih taat pada aturan yang berlaku. Di sisi lain, H Abdul Kadir dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengungkapkan bahwa ia melihat harga menu MBG yang diberikan belum sepenuhnya sesuai dengan kisaran harga yang wajar. Meskipun demikian, ia menilai bahwa ada hitungan yang proporsional dalam pengaturan menu tersebut.
Kepala SDN 2 Semayap, Catur Hery Prasetyo, menyambut baik kegiatan sidak yang dilakukan oleh DPRD. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah sangat senang karena legislatif telah menjalankan tugasnya sebagai pengawas. Meski ada beberapa aspek yang dirasa kurang memenuhi ketentuan, ia tetap bersyukur karena program MBG ini belum semua sekolah menerima.
Terkait kualitas menu MBG, Hery berharap agar terus ditingkatkan jika memang belum memenuhi standar. Dengan adanya sidak ini, diharapkan dapat memberikan masukan dan perbaikan bagi program makanan beragam gizi yang diberikan kepada siswa.





