Beras Zakat Fitrah Disalurkan ke Warga Pesisir Terdampak Banjir Rob

Aa1xlq1h 1
Aa1xlq1h 1



Bekasi – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) segera bergerak untuk menjangkau wilayah yang terisolasi guna menyalurkan bantuan beras zakat fitrah kepada warga yang terdampak banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi. Penyaluran bantuan ini dilakukan di dua titik utama, yaitu Pondok Dua (Desa Pantai Harapan Jaya) dan Muara Beting (Desa Pantai Bahagia), Kecamatan Muara Gembong, pada hari Minggu (1/3).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Baznas mendistribusikan total 200 paket beras zakat fitrah dengan berat masing-masing 5 kilogram. Rincian penyaluran adalah 100 paket di setiap lokasi. Bantuan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama tiga bulan terakhir menghadapi kesulitan akibat banjir rob yang terus-menerus menggenangi daerah mereka.

Saidah Sakwan, Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memastikan amanah zakat fitrah sampai kepada mustahik, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

“Kami berharap bantuan beras zakat fitrah ini dapat meringankan beban pangan keluarga, sehingga warga bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang meskipun dalam situasi sulit,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya.

Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Watiah, warga Desa Pantai Harapan Jaya, mengungkapkan bahwa wilayahnya telah terisolasi akibat banjir rob selama hampir tiga bulan tanpa adanya bantuan yang memadai.

“Gara-gara banjir rob hampir tiga bulan sampai kaki bonyok kena kutu air, dan selama itu bantuan belum ada yang masuk,” ucap Watiah.

Hal senada disampaikan oleh Tambrun (65), nelayan bidak yang tinggal di gubuk kecil bersama istrinya yang menderita tumor otak. Dengan penghasilan sekitar Rp30–50 ribu sekali melaut, dia mengaku bahwa bantuan beras sangat membantu.

Nursan dari Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya) menambahkan bahwa banjir rob telah melumpuhkan aktivitas ekonomi warga karena nelayan kesulitan melaut. Akibatnya, bantuan pangan menjadi penopang bagi masyarakat terdampak.

Beberapa faktor seperti banjir rob yang terjadi secara berulang dan kurangnya infrastruktur jalan membuat warga kesulitan mengakses logistik. Selain itu, kondisi ekonomi yang semakin memburuk juga memengaruhi kemampuan warga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Dengan penyaluran bantuan ini, Baznas berharap dapat memberikan dukungan nyata kepada warga yang sedang menghadapi tantangan besar. Bantuan beras zakat fitrah bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai bentuk keberlanjutan dalam upaya membangun kemandirian masyarakat di tengah situasi sulit.

Selain bantuan pangan, Baznas juga akan terus memperluas cakupan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi antara lembaga dan komunitas lokal, diharapkan dapat menciptakan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam waktu dekat, Baznas juga akan melakukan evaluasi terhadap dampak bantuan yang telah diberikan agar dapat meningkatkan kualitas program di masa mendatang. Dengan demikian, keberadaan Baznas tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat.

Pos terkait