BERITA TERKINI – 6 SAPI MATI MISTERIUS DI KEBUN PELAIHARI, KEBERATAN DIRACUN

2bcc9c3fb4613b7604172c778f61ca5a
2bcc9c3fb4613b7604172c778f61ca5a

Kematian Sapi di Kebun Sayuran Menghebohkan Warga Pelaihari

Kabar kematian sejumlah sapi di kebun sayuran menghebohkan warga di Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Kejadian ini menarik perhatian publik setelah beredarnya video amatir berdurasi 45 detik yang memperlihatkan beberapa ekor sapi tergeletak di sebuah kebun sayuran. Lokasi kejadian disebut berada di Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari, tepatnya di kawasan Danuwaringin.

Sapi-sapi berkulit cokelat terang tersebut tampak memiliki tubuh yang cukup gemuk. Perut mereka besar dan terlihat seperti kembung. Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan sementara menyebut bahwa sapi-sapi itu mati akibat diracun. Hal ini membuat masyarakat setempat menjadi khawatir dan mempertanyakan penyebab kematian ternak tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Pelaihari Iptu Benny Wishnu Wardhani memberikan pernyataan resmi. Dalam konfirmasi yang dilakukan pada Selasa (3/3/2026), ia membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada Senin siang kemarin sekitar pukul 11.30 Wita di Desa Pemuda, wilayah Danau Waringin.

“Benar, ada laporan dari warga terkait beberapa ternak sapi yang mati. Anggota langsung ke lokasi dan ditemukan kurang lebih enam ekor sapi milik Pak Sapriani dalam kondisi sudah mati,” ujar Benny.

Ia menjelaskan bahwa dugaan sementara menyebutkan bahwa kematian sapi tersebut disebabkan oleh keracunan. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui jenis racun yang diduga menjadi penyebab kematian ternak tersebut.

“Karena lokasi itu merupakan lahan perkebunan, bisa saja ada penyemprotan rumput atau pembasmian akar pohon. Jika sapi mengonsumsi tanaman yang terpapar zat kimia, itu yang masih kita dalami. Semua kemungkinan masih kita periksa,” jelasnya.

Benny juga menyampaikan bahwa kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 120 juta. Pemilik sapi dikatakan telah menyampaikan laporan ke pihaknya berkaitan dengan kematian enam ekor sapi tersebut.

Penyebab Kematian Sapi Masih Dicari

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, pihak kepolisian akan terus memeriksa berbagai kemungkinan penyebab kematian sapi. Salah satu hal yang menjadi fokus adalah apakah ada penggunaan bahan kimia di area perkebunan yang dapat berdampak pada ternak. Hal ini sangat penting untuk menentukan apakah kejadian ini murni kecelakaan atau ada tindakan sengaja yang dilakukan.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan meminta keterangan dari para saksi mata dan pemilik kebun. Mereka akan mencari tahu apakah ada aktivitas penyemprotan atau penggunaan bahan kimia lainnya yang tidak sesuai aturan.

Dampak bagi Peternak

Kematian enam ekor sapi tentu menjadi duka mendalam bagi pemilik ternak. Selain kerugian finansial yang besar, hal ini juga berdampak psikologis terhadap peternak. Mereka harus menghadapi situasi yang tidak terduga dan membutuhkan waktu untuk pulih dari kehilangan tersebut.

Pihak kepolisian berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi. Mereka menegaskan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan semua fakta akan segera diungkap.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Dalam rangka memastikan kejadian serupa tidak terulang, pihak berwenang akan meningkatkan pengawasan di area perkebunan. Mereka juga akan memberikan edukasi kepada petani tentang penggunaan bahan kimia yang aman dan sesuai standar.

Selain itu, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan dinas pertanian setempat untuk memastikan bahwa semua kebijakan terkait kesehatan hewan diterapkan secara benar.

Kesimpulan

Kematian sapi di kebun sayuran di Pelaihari menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat setempat. Meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan, kejadian ini menjadi pengingat penting tentang perlunya kesadaran akan kesehatan hewan dan lingkungan sekitar.

Pos terkait