Insiden Kapal Karam di Perairan Alak, Kupang
Dua kapal milik PT Flobamor, yaitu KMP Pulau Sabu dan KMP Sirung dilaporkan karam di perairan Alak, tepat di samping Wisma Alak, Kota Kupang, pada Senin (2/3/2026) sore. Insiden ini diduga disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda wilayah Kupang sejak siang hari. Angin kencang dan arus laut yang deras menjadi faktor utama dalam kejadian ini.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kedua kapal tersebut terdampar dalam posisi miring tidak jauh dari garis pantai. Warga setempat menyatakan bahwa cuaca buruk yang melanda sejak siang hari menjadi penyebab kapal hanyut hingga akhirnya karam.
Salah satu warga, Naris, pekerja gudang di Nunbaun yang berada di lokasi kejadian, mengatakan bahwa sejak pukul 13.00 Wita, kapal sudah terlihat berada di tengah laut antara Kupang dan Semau. Ia menjelaskan:
“Kapalnya awalnya masih di tengah laut antara Kupang dengan Semau itu sudah dari jam 1, tapi setelah hujan dengan angin deras kapal pelan-pelan menuju pesisir pantai dan karam sekitar pukul 15.00 Wita.”
Sementara itu, salah satu petugas Pol Air yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa pihaknya segera turun melakukan pengecekan begitu menerima informasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan:
“Kami datang cek kalau ada korban atau orang di atas kapal untuk evakuasi, tapi tidak ada orang di kapal. Jadi kami hanya memantau dan membuat laporan ke atasan.”
Menurutnya, kapal tersebut memang sudah lama berlabuh di sekitar Pelabuhan Hansisi, Semau. “Kapalnya sudah lama berlabuh di dekat Pelabuhan Hansisi Semau, kayaknya kapal sudah rusak soalnya tidak pernah jalan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Terpantau di lokasi, pantai Alak dipadati warga yang datang untuk menyaksikan langsung kondisi kapal yang karam. Banyak warga tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam. Selain masyarakat, terlihat pula beberapa orang dari Dinas Perhubungan Provinsi NTT berada di lokasi kejadian. Namun pihak dinas belum dapat memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.
Pihak berwenang masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan akibat kondisi cuaca dan arus laut yang masih cukup kuat.
Penyebab dan Dampak Cuaca Buruk
Cuaca buruk yang melanda wilayah Kupang sejak siang hari menjadi salah satu faktor utama dalam kejadian ini. Angin kencang dan arus laut yang deras menyebabkan kapal-kapal tersebut terbawa arus hingga karam. Pemantauan cuaca dan pengawasan terhadap kondisi laut menjadi sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kondisi Kapal Sebelum Karam
Sebelum kejadian, kapal-kapal tersebut telah lama berlabuh di sekitar Pelabuhan Hansisi, Semau. Beberapa warga mengatakan bahwa kapal-kapal ini tidak pernah beroperasi secara normal dan tampak dalam kondisi rusak. Hal ini menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut mungkin tidak dalam kondisi layak berlayar.
Tindakan yang Dilakukan Pihak Berwenang
Setelah kejadian, pihak berwenang segera melakukan tindakan pencegahan. Mereka memantau lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada risiko bagi masyarakat sekitar. Selain itu, mereka juga melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi kapal dan lingkungan sekitar.
Komentar Warga dan Pengunjung Lokasi
Banyak warga yang datang ke lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi kapal yang karam. Mereka tampak tertarik untuk mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel. Namun, para pengunjung juga diminta untuk tetap waspada karena kondisi cuaca dan arus laut masih cukup kuat.





