Berita Terkini: Siswa SDN 141 Seluma Bengkulu Tewas Tenggelam

Aa1xleb1
Aa1xleb1

Kecelakaan Maut di Sungai Andalas, Bocah Usia 11 Tahun Tenggelam

Seorang bocah berusia 11 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Andalas, kawasan perkebunan PTPN VII Desa Padang Pelawi. Insiden ini terjadi pada Senin petang, 2 Maret 2026, sekira pukul 15.40 WIB.

Korban bernama Bagas Jadi Putra, seorang pelajar SDN 141 yang tinggal di Desa Niur, Kecamatan Sukaraja. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah mandi bersama tiga orang temannya di sungai yang berada di bawah jembatan PTPN VII. Lokasi kejadian berjarak sekitar 500 meter dari Kantor Induk PTPN VII.

Menurut informasi yang diperoleh, korban tenggelam karena diduga tidak bisa berenang. Saat itu, ia bersama tiga rekannya sedang bermain di sekitar sungai. Meskipun sudah diingatkan oleh saksi agar tidak masuk ke area yang dalam, korban tetap memilih untuk berenang ke bagian yang lebih dalam hingga akhirnya tenggelam.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB ketika korban dan dua temannya berangkat dari Desa Niur menuju Desa Padang Pelawi. Mereka ingin menemui seorang teman lainnya. Sebelum mandi di Sungai Andalas, korban dan temannya sempat bermain sepeda motor di lapangan sepak bola dan seputaran area Kantor PTPN VII.

Setelah itu, mereka memutuskan untuk mandi di sungai. Saat itu, korban bersama tiga orang temannya berada di dekat jembatan PTPN VII. Namun, korban langsung masuk ke area yang dalam tanpa mengikuti peringatan dari saksi. Akibatnya, ia tenggelam dan tidak bisa diselamatkan.

Temannya mencoba membantu dengan mengulurkan ranting kayu, namun upaya tersebut gagal. Salah satu teman korban kemudian meminta bantuan ke Kantor PTPN VII. Setelah mendapat bantuan, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Proses Penanganan

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Cahaya Negeri untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, pihak puskesmas menyatakan bahwa korban tidak dapat terselamatkan. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke rumah duka di Desa Niur.

Imbauan dari Kapolsek

Menyikapi kejadian ini, Kapolsek Sukaraja, Iptu Wulan Rachmawati memberikan imbauan kepada para orang tua. Ia menekankan pentingnya pengawasan intensif terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di lokasi berisiko seperti sungai.

“Pastikan anak-anak tidak mandi atau berenang di sungai tanpa pengawasan dan di lokasi yang tidak aman,” ujar Wulan Rahmawati.

Tips Keselamatan untuk Anak-Anak

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah kecelakaan serupa:

  • Pantau aktivitas anak: Orang tua harus selalu memperhatikan kegiatan anak, terutama saat mereka bermain di daerah yang berpotensi berbahaya.
  • Ajarkan keselamatan di air: Ajarkan anak-anak cara berenang dan pentingnya tidak masuk ke area yang dalam tanpa bantuan orang dewasa.
  • Hindari tempat berbahaya: Pastikan anak tidak bermain di dekat sungai, rawa, atau daerah lain yang memiliki risiko tenggelam.
  • Gunakan alat pelampung: Jika anak berenang, pastikan mereka menggunakan alat pelampung yang sesuai dengan usia dan ukuran tubuhnya.


Pos terkait