Berita Terkini: Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Wakil Presiden Ke6 Ri Try Sutrisno Kini Dirawat Di Rspad 153420
Wakil Presiden Ke6 Ri Try Sutrisno Kini Dirawat Di Rspad 153420

Perjalanan Karier Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, yang merupakan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Ia wafat dalam usia 90 tahun. Jenazah almarhum direncanakan akan dibawa ke kediamannya di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum proses pemakaman dilaksanakan.

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935. Kariernya dimulai dari dunia kemiliteran, sebuah jalan pengabdian yang membentuk namanya selama puluhan tahun.

Karier Panjang di Dunia Militer

Ia merupakan bagian dari generasi perwira TNI yang tumbuh dan ditempa dalam berbagai dinamika keamanan nasional pada era pascakemerdekaan hingga Orde Baru. Dalam perjalanan kariernya, Try dikenal sebagai sosok prajurit lapangan yang menanjak secara bertahap. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI, termasuk Pangdam dan Kepala Staf Angkatan Darat.

Puncak karier militernya tercapai saat ia dipercaya menjabat sebagai Panglima ABRI pada periode akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno berada di garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional pada masa yang penuh tantangan politik dan sosial. Perannya kala itu tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga berkaitan erat dengan dinamika pemerintahan.

Mendampingi Presiden di Masa Krusial

Pada 1993, ia dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 1993–1998. Penunjukan tersebut menjadikannya Wakil Presiden ke-6 RI. Masa jabatan Try sebagai wakil presiden berlangsung dalam periode yang krusial dalam sejarah Indonesia. Di akhir masa tugasnya sebagai wapres, Indonesia menghadapi tekanan berat akibat krisis moneter Asia 1997–1998 yang berdampak luas terhadap ekonomi dan stabilitas politik nasional.

Try Sutrisno menjadi bagian dari kepemimpinan nasional dalam periode transisi yang akhirnya mengantarkan Indonesia memasuki era Reformasi. Sebagai figur berlatar belakang militer, Try dikenal memiliki karakter tegas, disiplin, dan menjunjung tinggi loyalitas terhadap negara. Ia jarang tampil kontroversial dalam panggung politik setelah tak lagi menjabat. Seusai menyelesaikan tugas kenegaraan, ia lebih banyak menjalani kehidupan sebagai purnawirawan, tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan dan organisasi veteran.

Pengabdian Lebih dari Setengah Abad

Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, Try Sutrisno tercatat sebagai salah satu dari sedikit perwira tinggi TNI yang mencapai posisi wakil presiden melalui mekanisme politik MPR di era Orde Baru. Jejaknya menjadi bagian dari catatan panjang hubungan militer dan pemerintahan sipil dalam perjalanan republik.

Kepergian Try Sutrisno menambah daftar tokoh nasional yang berpulang dalam dekade terakhir. Ia meninggalkan warisan pengabdian panjang—lebih dari setengah abad—baik sebagai prajurit maupun sebagai pejabat tinggi negara. Bagi generasi yang hidup pada era 1980-an hingga 1990-an, namanya identik dengan figur militer senior yang kemudian berperan di jantung kekuasaan negara.

Sementara bagi generasi setelahnya, Try Sutrisno adalah bagian dari sejarah penting masa transisi menuju perubahan besar dalam sistem politik Indonesia. Dengan wafatnya Try Sutrisno, Indonesia kehilangan salah satu saksi hidup perjalanan panjang republik dari masa stabilisasi Orde Baru hingga menjelang Reformasi. Sosoknya kini menjadi bagian dari lembaran sejarah bangsa—seorang jenderal yang pernah berdiri di garis depan militer dan kemudian mendampingi kepemimpinan nasional di tingkat tertinggi.


Pos terkait