Kegiatan Buka Puasa Bersama Anak Yatim-Piatu di Bangka Selatan
Sebanyak 200 orang anak yatim-piatu memadati halaman Rumah Dinas Bupati Bangka Selatan, Senin (2/3/2026) petang. Wajah-wajah ceria terpancar saat mereka duduk berjejer menanti waktu berbuka puasa bersama jajaran pejabat teras pemerintah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga anggota DPR Republik Indonesia.
Satu per satu anak-anak mulai dipanggil ke depan. Dengan tertib mereka membentuk antrean panjang. Wajah-wajah polos itu memancarkan campuran rasa malu dan bahagia. Ketika nama mereka disebut, langkah kecil maju dengan sedikit kikuk. Ada yang menunduk sopan, ada pula yang memberanikan diri menatap dan tersenyum saat menerima santunan dari para pejabat yang berdiri menyambut di depan. Beberapa anak tampak langsung kembali ke tempat duduk sambil memeluk erat bingkisan yang diterima, seolah tak ingin lepas.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, mengatakan acara buka puasa bersama anak yatim-piatu merupakan agenda rutin setiap Ramadan. Sebagai bentuk silaturahmi sekaligus kepedulian sosial pemerintah daerah. Momentum Ramadan harus menjadi semangat untuk membersihkan diri, menyambung hubungan, dan saling menolong sesama.
“Berbuka bersama dan santunan anak yatim merupakan agenda rutin yang kami lakukan setiap bulan puasa,” ujar dia kepada media. Menurutnya, buka puasa bersama dan pemberian santunan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata pemerintah dalam membantu masyarakat kurang mampu di Bangka Selatan.
Ia menegaskan, perhatian terhadap anak yatim-piatu dan kaum duafa penting untuk mengasah jiwa kepedulian, terutama bagi para penyelenggara pemerintahan. Perhatian kepada anak yatim dan kaum dhuafa harus terus dijaga bersama. Tentunya menjadi pengingat bagi pemerintah agar selalu hadir dan memperhatikan nasib warganya.
Oleh sebab itu, kegiatan tersebut dapat memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak yatim-piatu untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Ia ingin mereka tetap bisa menyambut Hari Raya Idul Fitri tanpa rasa kekurangan.
“Kami ingin mereka tetap bisa menikmati hari kemenangan dengan bahagia. Jangan sampai ada rasa kekurangan. Mereka harus terus belajar dan mengejar mimpi,” ujar Riza Herdavid. Ia menekankan, program santunan yang diberikan tidak hanya berbicara tentang bantuan materi. Tetapi juga menjadi bagian dari ajaran agama Islam yang menganjurkan umatnya untuk menjaga tali silaturahmi dan saling membantu sesama.
Sementara itu, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rudianto Tjen, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Ia menilai Riza Herdavid dan Debby Vita Dewi merupakan sosok pemimpin yang sangat merakyat.
“Menurut saya betul-betul sangat merakyat. Dengan buka puasa bersama mengundang banyak anak yatim,” ujar politikus PDI Perjuangan ini. Rudianto Tjen mengaku merasa senang dapat berbuka puasa bersama anak-anak yatim-piatu. Ia menilai momen tersebut menjadi pengingat tentang kesederhanaan dan pentingnya meningkatkan kesabaran, iman, serta ketakwaan selama bulan Ramadan. Ia juga menyinggung tentang keistimewaan doa anak yatim yang diyakini memiliki kekuatan luar biasa.
Menurutnya, kesuksesan para pejabat dan kelancaran jalannya pemerintahan tidak lepas dari doa-doa tulus, termasuk dari anak-anak yatim. Rudianto Tjen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling mendukung dan mendoakan agar Ramadhan membawa keberkahan bagi semua. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan suci untuk memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan.
“Kami yakini memang doa anak yatim itu akhirnya memperlancar semuanya. Sehingga Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bisa bekerja maksimal,” pungkas Rudianto Tjen.





