Berkat beasiswa, Davon banting setir dari kedokteran ke olahraga di AS

Paul Aro Barito 169
Paul Aro Barito 169

Kehidupan Davon Arjunaidi: Dari Jalur Kedokteran ke Impian Olahraga Internasional

Davon Arjunaidi, seorang mahasiswa asal Indonesia yang kini menempuh studi di DePaul University, menjadi sorotan setelah memilih meninggalkan jalur pendidikan kedokteran demi mengejar passion-nya. Keputusan besar ini tidak hanya mengubah arah hidupnya, tetapi juga membuka peluang besar dalam bentuk ajang olahraga internasional bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat.

Di DePaul University, Davon tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga aktif dalam merancang sebuah acara besar bernama Indonesia American Games (IAG) 2026. Ajang ini akan digelar di Chicago pada 19–21 Juni 2026 dan diharapkan mampu menyatukan komunitas Indonesia dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

Awal Perjalanan Davon

Perjalanan Davon dimulai setelah lulus dari SMAK 6 Penabur. Awalnya, ia mengikuti keinginan orang tua untuk menjadi dokter dan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada 2024. Namun, keputusan itu tidak bertahan lama. Setelah menjalani masa orientasi selama tiga hari, Davon memutuskan untuk mundur karena merasa bahwa pilihan tersebut bukanlah jalan hidupnya sendiri.

“Setelah tiga hari ikut OSPEK, saya memutuskan keluar karena saya merasa itu bukan pilihan hidup saya, melainkan keinginan orang tua,” ujarnya.

Keputusan ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Davon kemudian memutuskan untuk mengejar minat di bidang keuangan dan mencari peluang untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat melalui jalur beasiswa. Ia mengikuti ujian SAT dan mempersiapkan diri dengan waktu yang tidak singkat. Usahanya membuahkan hasil ketika ia dinyatakan lolos dan mendapatkan beasiswa untuk jurusan Finance di DePaul University.

Membangun Jejaring dan Komunitas

Pada 2024, Davon berangkat ke Chicago dan memulai kehidupan baru yang jauh berbeda dari Indonesia. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai kesempatan terakhir untuk menentukan masa depan sekaligus membuktikan kemampuannya kepada orang tua.

“Kesempatan menjadi dokter sudah saya tinggalkan. Jadi ini kesempatan terakhir saya untuk menuntut ilmu sesuai pilihan saya,” ujarnya.

Di tengah kesibukan kuliah, Davon justru melahirkan gagasan besar. Ia melihat Chicago sebagai pusat keuangan utama di Amerika Serikat, sekaligus tempat strategis untuk membangun jejaring dan komunitas. Dari sana, muncul ide untuk menyatukan diaspora Indonesia melalui ajang olahraga berskala internasional.

Indonesia American Games 2026

Gagasan tersebut diwujudkan dalam bentuk Indonesia American Games (IAG) 2026. Ajang ini akan menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia dari 24 state di Amerika Serikat. Pekan olahraga ini akan mempertandingkan delapan cabang olahraga, mulai dari atletik, bulu tangkis, catur, bola voli, mini soccer, pickleball, basket hingga tenis, dan akan berlangsung selama tiga hari.

Untuk merealisasikan rencana itu, Davon telah mengantongi dukungan resmi dari Komite Olimpiade Indonesia. Ia mendapatkan support letter dari NOC Indonesia untuk mengadakan acara ini di Amerika. Berbekal dukungan tersebut, ia mulai menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan Permias Nasional serta perwakilan Indonesia di Amerika Serikat.

Tujuan dan Harapan

Davon menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antar diaspora Indonesia di luar negeri. “Ini pekan olahraga pertama yang digagas mahasiswa semester satu usia 20 tahun dan menyatukan 24 kota di Amerika Serikat,” ujarnya.

Lebih jauh, IAG 2026 juga diharapkan mampu melahirkan bibit atlet muda yang berpotensi melangkah ke ajang dunia seperti Olimpiade 2028. Ia menambahkan, kegiatan ini juga membuka peluang bagi relawan maupun peserta untuk mendapatkan akses beasiswa melalui jaringan National Olympic Committee internasional.

“Supporter letter menjadi salah satu prosedur untuk mengikuti program beasiswa yang akan dikeluarkan NOC Dunia melalui NOC Indonesia,” tuturnya.

Rencana Masa Depan

Ke depan, Davon berencana menjadikan Indonesia American Games sebagai agenda tahunan yang akan berpindah kota di berbagai negara bagian Amerika Serikat. Sebagai mahasiswa yang masih berada di awal masa kuliah, Davon berharap ajang ini dapat menjadi simbol kebersamaan diaspora sekaligus bukti bahwa anak muda Indonesia mampu berkiprah di tingkat internasional.

“Kami meminta doa kepada seluruh warga Indonesia supaya kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai rencana,” tandasnya.


Pos terkait