BI Kaltara Perkuat Sertifikasi Halal UMKM, Anggaran Siap, Tinggal Sinkronisasi

000 Bjid 186 1
000 Bjid 186 1

Kepala BI Kaltara Menyambut Baik Dorongan Wali Kota Tarakan untuk Dukungan Sertifikasi Halal UMKM

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, menyampaikan respons positif terhadap dorongan Wali Kota Tarakan agar perbankan memperkuat dukungan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan program yang telah dijalankan BI Kaltara selama ini.

Menurutnya, pendampingan hingga penerbitan sertifikat halal sudah menjadi bagian rutin dari rangkaian kegiatan pemberdayaan UMKM. “Kami menyambut baik harapan Pak Wali Kota. Sebetulnya, apa yang beliau sampaikan sudah kami lakukan. Di Bank Indonesia, kami mendampingi UMKM mulai dari pelatihan hingga berhasil mendapatkan sertifikasi halal,” ujar Hasiando Ginsar Manik, Senin (2/3/2026).

Program sertifikasi ini merupakan bagian dari rangkaian Kalimantan Utara Sharia Festival (Khasafa). Puncak agenda Khasafa tahun ini dijadwalkan berlangsung pada minggu keempat April 2026. Sebagai pemanasan, BI Kaltara telah memulai berbagai kegiatan bertajuk Road to Khasafa yang bertepatan dengan momentum Ramadan.

“Sebelum menuju puncaknya, kita mulai dengan berbagai rangkaian seperti Festival Ramadan, Bazaar Ramadan, hingga pelatihan dan sertifikasi halal UMKM. Dari sisi penganggaran pun sudah kami siapkan,” tegasnya.

Meski program sudah berjalan, Hasiando mengakui tantangan terbesar saat ini adalah membangun sinergi antarinstansi agar tidak terjadi tumpang tindih peran. Ia mencontohkan, sering kali ada lembaga yang memiliki anggaran pelatihan namun tidak memiliki alokasi untuk biaya sertifikasi, atau sebaliknya. Ketidaksinkronan inilah yang perlu dikolaborasikan.

“Masing-masing instansi harus berperan sesuai porsinya. Ada yang di bagian pelatihan, ada yang di sertifikasi. Kita perlu duduk bersama dan memetakan siapa berperan di mana agar hasilnya maksimal,” jelas Hasiando.

Selain sinergi peran, Hasiando juga menekankan pentingnya integrasi data. Dengan pemetaan yang jelas, progres jumlah UMKM yang tersertifikasi halal setiap periodenya dapat terpantau dengan akurat. “Minimal kita punya data yang jelas untuk dilaporkan dan dikolaborasikan dengan Pemerintah Kota Tarakan. Pada prinsipnya, kami siap memperkuat koordinasi agar UMKM kita makin siap bersaing, tidak hanya di pasar lokal, tapi juga global,” pungkasnya.

Tantangan dalam Implementasi Program Sertifikasi Halal

Salah satu tantangan utama dalam implementasi program sertifikasi halal adalah keterbatasan anggaran dan koordinasi antarlembaga. Beberapa instansi memiliki dana untuk pelatihan, tetapi kurang memperhatikan biaya sertifikasi. Sementara itu, lembaga lain mungkin memiliki anggaran untuk sertifikasi, tetapi tidak memiliki program pelatihan yang cukup.

Untuk mengatasi hal ini, Hasiando menyarankan adanya pertemuan rutin antarinstansi agar tercapai kesepahaman dan pembagian tugas yang jelas. Dengan demikian, semua pihak bisa bekerja sama secara efektif tanpa tumpang tindih peran.

Selain itu, integrasi data menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan keberhasilan program. Dengan data yang akurat dan terupdate, pemerintah dan lembaga terkait dapat melacak perkembangan UMKM yang telah mendapatkan sertifikasi halal. Hal ini juga akan membantu dalam pengambilan keputusan dan peningkatan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Peran Bank Indonesia dalam Mendukung UMKM

Bank Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah pendampingan UMKM dalam proses sertifikasi halal. Proses ini tidak hanya membantu UMKM meningkatkan daya saing, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam hal kepercayaan konsumen.

Dalam rangka Khasafa, BI Kaltara juga aktif dalam menggelar berbagai kegiatan seperti Festival Ramadan dan Bazaar Ramadan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya sertifikasi halal.

Masa Depan UMKM yang Lebih Kompetitif

Dengan dukungan yang kuat dari Bank Indonesia dan pemerintah daerah, UMKM di Tarakan dan sekitarnya diharapkan mampu bersaing di pasar lokal maupun global. Sertifikasi halal menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan reputasi produk UMKM.

Hasiando menegaskan bahwa Bank Indonesia siap bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk menciptakan lingkungan yang mendukung UMKM. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan UMKM bisa berkembang pesat dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah.


Pos terkait