BI pertahankan rupiah di tengah krisis serangan ke Iran

Aa1bjs1k 1
Aa1bjs1k 1

Pergerakan Pasar dan Tindakan Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) akan terus memantau pergerakan pasar secara ketat, termasuk memastikan bahwa nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan respons terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah pasca-serangan Amerika Serikat ke Iran yang memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.

“Bank Indonesia akan tetap hadir di pasar melalui intervensi, baik transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik,” kata Erwin dalam keterangan resmi pada Senin, 2 Maret 2026.

Dia menambahkan bahwa BI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga. Hal ini dilakukan agar stabilitas ekonomi dapat terjaga meskipun adanya tekanan dari situasi internasional.

Rupiah Menghadapi Tekanan

Pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 09.44 WIB, rupiah berada di level Rp 16.820 per dolar Amerika Serikat. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bahwa rupiah bisa melemah hingga Rp 17.000 per dolar AS akibat serangan ke Iran.

Ibrahim menilai pelemahan rupiah harus diantisipasi oleh Bank Indonesia. “Ini yang harus diantisipasi oleh Bank Indonesia, intervensi untuk melakukan pengawasan di moneter,” ujarnya dalam keterangannya pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Konflik di Timur Tengah dan Dampaknya

Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas. Pengumuman itu disampaikan seusai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei di Truth Social pada Ahad, 1 Maret 2026.

Konflik ini memberikan dampak signifikan terhadap pasar keuangan dan energi global. Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, memprediksi harga solar akan naik sebesar Rp 750-2.000 per liter akibat serangan Israel ke Iran.

“Dampak terhadap Indonesia akan terjadi melalui transmisi harga minyak global (Brent) ke harga solar domestik,” katanya melalui pesan tertulis, Ahad, 1 Maret 2026.

Potensi Gangguan di Selat Hormuz

Kenaikan harga solar bisa terjadi karena eskalasi konflik berpotensi menyebabkan gangguan di Selat Hormuz. Jalur ini dilalui sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia serta 20-25 persen perdagangan gas alam cair atau LNG global. Akibatnya, harga energi internasional bisa melonjak jika terjadi gangguan.

Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi pasokan energi global. Jika terjadi gangguan, maka akan berdampak langsung pada pasokan minyak dan gas yang sangat penting bagi ekonomi dunia. Hal ini menjadikan wilayah tersebut sebagai titik kritis dalam situasi geopolitik yang sedang berkembang saat ini.

Langkah-langkah yang Diperlukan

Dengan situasi yang semakin tidak pasti, pemerintah dan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia harus terus memantau perkembangan secara dekat. Intervensi yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Selain itu, masyarakat dan pelaku bisnis juga perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga barang kebutuhan pokok, terutama bahan bakar minyak. Dengan adanya antisipasi, dampak negatif dari situasi global dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Perkembangan situasi di Timur Tengah yang semakin memburuk memicu ketidakstabilan di pasar keuangan dan energi global. Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik. Dengan langkah-langkah yang proaktif, diharapkan rupiah dapat tetap stabil meski menghadapi tekanan dari luar.

Selain itu, pemerintah dan pelaku bisnis juga perlu terus memantau kondisi pasar dan siap mengambil tindakan jika diperlukan. Dengan kerja sama antara berbagai pihak, dampak dari konflik di luar negeri dapat lebih terkendali dan tidak terlalu mengganggu perekonomian nasional.

Pos terkait