BI: Transmisi Kebijakan Suku Bunga Mulai Berjalan Di Perbankan

Aa1wihpz
Aa1wihpz



Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa transmisi kebijakan suku bunga ke sektor perbankan mulai menunjukkan hasil, terlihat dari penurunan suku bunga kredit dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menjadi indikasi bahwa langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral mulai berdampak positif pada kondisi pasar.

Deputi Gubernur Senior BI, Desri Damayanti, menjelaskan bahwa bank sentral telah memaksimalkan penggunaan instrumen Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk memperkuat transmisi kebijakan tersebut. Dalam prosesnya, BI menggunakan dua saluran utama, yaitu lending channel dan interest channel.

“Total dana KLM yang sudah kami berikan mencapai Rp 427,5 triliun,” ujar Desri dalam paparannya saat menghadiri Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (19/2).

Dari total tersebut, sebesar Rp 357,9 triliun dialokasikan melalui lending channel, yaitu pemberian insentif kepada bank yang menyalurkan kredit ke sektor strategis dan prioritas. Sementara itu, sejumlah Rp 69,6 triliun digunakan melalui interest channel, yang baru saja diperkenalkan dalam beberapa waktu terakhir.

Insentif untuk Bank yang Menurunkan Bunga Kredit

Melalui interest channel, BI memberikan insentif kepada bank yang secara konsisten menurunkan suku bunga kredit (lending rate). Kebijakan ini mulai berdampak pada penurunan suku bunga kredit di pasar.

Desri menyampaikan bahwa suku bunga kredit eksisting saat ini telah turun sekitar 40 basis poin. Sementara itu, untuk kredit baru, penurunannya bahkan mencapai 75 basis poin. Secara kumulatif, suku bunga kredit telah turun sebesar 125 basis poin sejak 2025.

“Kami rasa (penurunan bunga kredit) ini menunjukkan bahwa transmisi dari kebijakan suku bunga itu sudah mulai berjalan,” kata Desri.

Ruang Penambahan Insentif Masih Tersedia

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan KLM saat ini mencapai 4,83% dari Dana Pihak Ketiga (DPK), sementara batas maksimalnya adalah 5,5%. Artinya, masih terdapat ruang sekitar 0,7% yang dapat dimanfaatkan perbankan untuk memperoleh insentif tambahan.

“Jadi kami terus akan mendorong bank-bank untuk terus menyalurkan kepada sektor-sektor yang prioritas, seperti sektor padat karya, sektor hilirisasi, dan perumahan atau kepada penurunan lending rate itu sendiri,” katanya.

Fokus pada Sektor Prioritas

BI tetap fokus pada penguatan transmisi kebijakan suku bunga melalui berbagai saluran yang tersedia. Selain itu, pihak bank sentral juga terus mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang dinilai strategis dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain:

Sektor padat karya, yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.

Sektor hilirisasi, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

* Sektor perumahan, yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal.

Dengan pendekatan ini, BI berharap bisa mempercepat pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pos terkait