Harga Bitcoin Kembali Turun, Sentimen Pasar Kripto Menunjukkan Ketakutan Ekstrem
Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan yang signifikan, yang memengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Indeks Crypto Fear and Greed turun ke titik terendah pada Senin (23/2/2026), setelah Bitcoin merosot lebih dari 4% ke level US$64.300. Penurunan ini menghapus seluruh kenaikan yang tercatat sejak Jumat.
Menurut data dari Coinmarketcap, pada pukul 09.43 WIB, harga Bitcoin berada di level US$64.747 atau turun 4,77% dalam 24 jam terakhir dan 5,41% untuk sepekan. Sementara itu, data dari CoinGlass menunjukkan bahwa lebih dari 136.000 trader mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan total likuidasi mencapai US$458 juta.
Sebagian besar dari mereka, sekitar 92%, adalah posisi long dengan leverage, yang menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar sebelumnya bertaruh pada kenaikan harga. Sebelumnya, Bitcoin sempat menguat pada akhir pekan dan menyentuh level US$68.600 pada Sabtu. Namun, saat ini, aset kripto terbesar di dunia itu kembali berada di area support bawah dari pola pergerakan sideways yang terbentuk setelah kejatuhan tajam pada 6 Februari lalu ke level US$60.000.
Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini diperdagangkan 48% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa pada Oktober di level US$126.000, serta 5,5% di bawah puncak bull market 2021 di kisaran US$69.000.
Indeks Sentimen Mencapai Titik Terendah
Indeks Crypto Fear and Greed yang dirilis oleh Alternative.me turun ke angka 5 dari 100, yang mengindikasikan kondisi “extreme fear” atau ketakutan ekstrem di pasar. Sejak diluncurkan pada 2018, indeks ini hanya tiga kali mencapai level serendah itu, yakni pada Agustus 2019, Juni 2022, dan awal bulan ini.
Sementara itu, penyedia analitik on-chain Glassnode melaporkan rata-rata pergerakan tujuh hari untuk realisasi kerugian bersih investor baru masih mendekati US$500 juta per hari. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih dalam fase kapitulasi, meskipun tekanan mulai sedikit mereda.
“Walau intensitasnya menurun, rezim pasar secara umum masih menunjukkan tekanan, dengan pelaku pasar pada fase pembentukan dasar harga yang terus melakukan kapitulasi,” tulis Glassnode.
Sharpe Ratio di Level Terendah Historis
Analis kripto Michaël van de Poppe menyebut grafik terbaru sebagai “fenomenal”, menunjukkan bahwa Sharpe Ratio Bitcoin turun ke -38,4. Secara historis, level tersebut kerap menandai zona akumulasi berisiko rendah.
Sharpe Ratio mengukur kinerja aset dibandingkan dengan risiko yang diambil, atau potensi imbal hasil per unit risiko. Level yang sangat rendah sering kali diartikan sebagai peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai melakukan akumulasi, meskipun risiko volatilitas tetap tinggi dalam jangka pendek.





