Bitcoin terancam oleh sikap hawkish The Fed, ini titik support dan resistensi penting

Aa1vybok
Aa1vybok



JAKARTA – Prospek pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek masih terlihat penuh ketidakpastian, terutama karena arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang belum jelas. Harga kripto terbesar ini terpantau berada di sekitar US$ 68.150 pada Jumat (20/2/2026) sore, setelah sebelumnya sempat turun di bawah US$66.500.

Pelemahan tersebut terjadi setelah rilis risalah rapat The Federal Reserve (The Fed) yang dinilai lebih agresif dari ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral AS tidak terburu-buru untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga. Sebaliknya, beberapa anggota The Fed bahkan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap berada di atas target 2%.

Menurut Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur, respons pasar kripto kali ini mencerminkan penyesuaian cepat terhadap sinyal kebijakan moneter AS. Ia menjelaskan bahwa nada risalah rapat yang hawkish membuat pelaku pasar kembali menghitung ulang peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Ketika ekspektasi pemangkasan mundur, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung ikut tertekan.

Faktor Geopolitik dan Likuiditas Asia

Selain itu, faktor geopolitik juga turut memperbesar tekanan pada aset berisiko. Kenaikan risiko geopolitik dan lonjakan harga minyak sering kali membuat pasar masuk ke mode risk-off, sehingga volatilitas kripto meningkat karena investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Di sisi lain, kembalinya likuiditas pasar Asia usai libur Tahun Baru Imlek juga memengaruhi pergerakan harga. Peningkatan volume perdagangan dinilai memperbesar tekanan jual dalam jangka pendek. Pelaku pasar juga terus memantau transisi kepemimpinan The Fed. Masa jabatan Ketua Jerome Powell akan berakhir pada Mei 2026, sementara Presiden AS Donald Trump telah menominasikan Kevin Warsh sebagai pengganti.

Warsh dipandang lebih condong mendukung suku bunga rendah, namun risalah rapat menunjukkan bahwa mayoritas anggota FOMC masih memprioritaskan pengendalian inflasi. Saat ini, pasar berjangka memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga paling cepat terjadi pada Juni 2026.

Analisis Teknikal: Area Krusial Bitcoin

Secara teknikal, Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dan bergerak di area krusial. Fyqieh menyebut bahwa saat ini Bitcoin sedang bergerak di sekitar zona support jangka pendek di kisaran US$ 66.200 hingga US$ 67.800. Selama area ini bertahan, maka peluang pemulihan tetap terbuka, meskipun pergerakan cenderung terbatas karena pasar masih menunggu katalis baru.

Level resistensi terdekat berada di sekitar US$68.380. Jika mampu menembus level tersebut, harga berpotensi menguji area berikutnya di US$ 69.250 hingga US$ 70.800. Namun, jika tekanan jual kembali meningkat dan support gagal dipertahankan, risiko koreksi lanjutan tetap ada.

Perkiraan Pergerakan Harga Bitcoin

Dengan kombinasi sentimen kebijakan moneter AS, dinamika geopolitik, serta faktor teknikal, pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat diperkirakan masih akan fluktuatif. Investor disarankan tetap mencermati perkembangan data inflasi AS, sinyal kebijakan The Fed, serta dinamika pasar global yang dapat menjadi katalis arah selanjutnya bagi aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Pos terkait