BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem, waspada hujan deras dan angin kencang



bali.

DENPASAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Bali pada periode 2 hingga 4 Maret 2026.

Pada hari Senin (2/3), BMKG memperkirakan bahwa cuaca buruk masih akan mengguyur Bali dengan kondisi hujan yang berintensitas ringan hingga lebat. Di samping itu, terdapat potensi petir dan angin kencang yang bisa terjadi.

Beberapa wilayah di Bali memiliki tingkat siaga yang berbeda terkait curah hujan:

  • Wilayah dengan level Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat):
  • Badung
  • Denpasar
  • Tabanan

  • Wilayah dengan level Waspada (hujan sedang hingga lebat):

  • Bangli
  • Buleleng
  • Gianyar
  • Jembrana
  • Karangasem
  • Klungkung

Selain hujan, BMKG juga merilis peringatan dini tentang angin kencang yang diperkirakan terjadi di beberapa daerah, seperti:

  • Denpasar
  • Gianyar
  • Klungkung
  • Tabanan

Secara umum, pola angin di wilayah pesisir utara dan selatan Bali bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 7 hingga 35 knot.

Tinggi gelombang juga menjadi perhatian khusus. Beberapa wilayah perairan Bali memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kapal:

  • Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter:
  • Selat Lombok bagian utara
  • Berisiko terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang

  • Tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter:

  • Selat Badung
  • Selat Bali bagian selatan
  • Perairan selatan Pulau Bali
  • Selat Lombok bagian selatan
  • Berisiko terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan feri

Suhu udara di Bali saat ini berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius. Wilayah Bangli mencatatkan suhu terendah sekitar 22 hingga 28 derajat Celsius, sementara wilayah Badung dan Denpasar memiliki suhu tertinggi antara 25 hingga 33 derajat Celsius.

Kelembapan udara di berbagai wilayah Bali juga cukup tinggi, yaitu berkisar antara 72 hingga 98 persen. Hal ini dapat memengaruhi kenyamanan masyarakat dan aktivitas luar ruangan.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan menjaga kewaspadaan terutama jika melakukan aktivitas di luar ruangan atau berpergian ke daerah pesisir.

Pos terkait