BMKG Pantau Jalur Penerbangan Pasca Erupsi Marapi, Jamin Keamanan Bandara Minangkabau

Bandara Minangkabau 1
Bandara Minangkabau 1

Pemantauan Abun Gunung Marapi Pasca-Erupsi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau secara intensif sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. Erupsi tersebut terjadi pada Minggu (1/3/2026), dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan.

Data Terbaru dari VAAC Darwin

Berdasarkan laporan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, abu vulkanik terdeteksi menyebar hingga ketinggian 15.000 feet dan bergerak ke arah Tenggara. Arah pergerakan abu saat ini cenderung menuju wilayah Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya. Namun, dinamika angin dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pemantauan terus dilakukan oleh BMKG.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh dari pembaruan data VAAC Darwin pada 1 Maret 2026. “Teramati sebaran debu abu vulkanik Gunung Marapi pada pukul 15.53 WIB dengan ketinggian mencapai 15.000 feet. Arah pergerakan abu ke timur dengan kecepatan angin sekitar 10 knot dan intensitasnya dilaporkan semakin melemah,” ujarnya.

Keamanan Jalur Udara

BMKG juga melakukan koordinasi dengan otoritas penerbangan untuk memastikan keselamatan jalur udara, terutama di sekitar Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sampai saat ini, belum ada dampak atau laporan terkait abu vulkanik yang menuju atau mengarah ke bandara. Namun, pemantauan terhadap partikel abu di ketinggian tertentu tetap dilakukan karena potensi gangguan terhadap aktivitas penerbangan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Informasi dari VAAC Darwin menjadi acuan dalam melihat potensi dampak terhadap ruang udara,” jelas Decky.

Status Aktivitas Gunung Marapi

Status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek. Selain itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu, khususnya di wilayah yang berada di arah sebaran.

Jika terjadi hujan abu, warga disarankan menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan guna mencegah gangguan pernapasan. BMKG akan terus memberikan pembaruan informasi sesuai perkembangan terbaru aktivitas Gunung Marapi dan dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Barat.

Imbauan untuk Masyarakat

Decky menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya, serta mengikuti perkembangan resmi dari BMKG dan PVMBG. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya terkait aktivitas Gunung Marapi.




Pos terkait