Fenomena Gerhana Bulan Total Akan Terjadi di Fakfak
Pada Rabu malam, 3 Maret 2026, masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat akan menyaksikan fenomena alam yang sangat menarik, yaitu Gerhana Bulan Total (GBT). Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Torea Fakfak.
Kepala BMKG Stasiun Torea Fakfak, Ricky Roger Holle, mengonfirmasi bahwa GBT akan terjadi pada tanggal tersebut. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 20.34 WIT, asalkan kondisi langit dalam keadaan cerah.
Ricky mengimbau warga untuk memilih lokasi yang terbuka dan minim cahaya agar pengamatan dapat dilakukan dengan optimal. “Pastikan cuaca di lokasi benar-benar cerah agar fenomena bisa terlihat jelas,” ujarnya.
Gerhana bulan terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bumi, sehingga tidak seluruhnya mencapai permukaan bulan. Peristiwa ini hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Menurut Ricky, pada gerhana total, posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar, sehingga bulan masuk ke bayangan inti (umbra) bumi.
Saat puncak gerhana, bulan akan tampak berwarna merah membara. Warna tersebut muncul akibat hamburan cahaya matahari di atmosfer bumi, di mana cahaya biru tersebar lebih banyak sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang tetap mencapai permukaan bulan.
BMKG menegaskan bahwa fenomena gerhana bulan tidak berbahaya bagi manusia dan dapat disaksikan langsung dengan mata tanpa bantuan alat khusus. Berikut adalah waktu setiap fase gerhana yang dirilis oleh BMKG Pusat:
- Gerhana penumbra mulai (P1): 17.42.44 WIT
- Gerhana sebagian mulai (U1): 18.49.46 WIT
- Gerhana total mulai (U2): 20.03.56 WIT
- Puncak gerhana: 20.33.39 WIT
- Gerhana total berakhir (U3): 21.03.23 WIT
- Gerhana sebagian berakhir (U4): 22.17.33 WIT
- Gerhana penumbra berakhir (P4): 23.24.35 WIT
Masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menyaksikan fenomena alam ini. Dengan memperhatikan waktu dan kondisi cuaca, setiap orang dapat menikmati keindahan Gerhana Bulan Total yang langka dan menakjubkan.
Selain itu, para penggemar astronomi dan pecinta alam juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pengamatan lanjutan atau dokumentasi melalui foto dan video. Namun, penting untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan selama pengamatan.
Dengan adanya informasi dari BMKG, masyarakat Fakfak dan sekitarnya dapat lebih siap menghadapi fenomena alam yang luar biasa ini. Semoga pengalaman ini menjadi kenangan yang tak terlupakan dan meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.





