
Seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun terlihat berlari di tengah jalan raya dekat Maspion Square, Jalan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Aksi tersebut direkam oleh salah satu pengendara dan menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, bocah itu mengenakan kaus berwarna merah. Ia berlari dengan cepat hingga menyeberang jalan di tengah kendaraan yang sedang melaju. Setelahnya, bocah tersebut digandeng oleh seorang pria untuk ditempatkan di tempat yang aman.
Menurut Kompol Haryoko Widhi, Kapolsek Wonocolo, kejadian ini terjadi pada hari Minggu (1/3) siang. Bocah tersebut merupakan warga sekitar yang tinggal di daerah Margorejo.
“Anak tersebut sedang berada di TK. Mereka adalah warga Margorejo yang tinggal di sekitar pabrik kulit di Wonocolo,” ujar Haryoko. Ia juga menyampaikan bahwa bocah tersebut memiliki kondisi autisme.
Awalnya, bocah itu diajak oleh ibunya untuk membeli jepit rambut dari penjual keliling yang berada di depan Masjid Muayyat Wonocolo. Tiba-tiba, bocah tersebut melepaskan gandengan orang tuanya dan berlari masuk ke gang sempit hingga akhirnya sampai di area Maspion Square.
Setelah itu, bocah tersebut terus berlari hingga ke jalan raya. Beruntung, seorang warga berhasil mencegahnya dari bahaya. Saat ditanyai, bocah tersebut mengatakan alasan ia nekat berlari sendiri karena ingin melihat kereta api yang melintas.
Akhirnya, bocah tersebut ditemukan oleh warga Kranggan Margorejo Dian dan dibawa kembali ke orang tuanya di dekat Masjid Muayyat Wonocolo.
Peristiwa yang Menarik Perhatian
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan anak-anak, terutama yang memiliki kondisi khusus seperti autisme. Anak-anak dengan autisme sering kali tidak sadar akan bahaya di sekitarnya, sehingga perlindungan dan pengawasan dari orang tua atau pengasuh sangat diperlukan.
Tips untuk Orang Tua
Orang tua yang memiliki anak dengan autisme perlu memperhatikan beberapa hal agar anak tetap aman:
- Jaga keterlibatan aktif: Pastikan anak selalu dalam pengawasan ketat, terutama saat berada di lingkungan yang ramai atau berisiko.
- Buat rencana darurat: Siapkan informasi tentang lokasi dan cara menghubungi orang tua jika anak hilang.
- Ajarkan kesadaran lingkungan: Latih anak untuk mengenali tanda-tanda bahaya dan cara menghindarinya.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Selain dari orang tua, peran masyarakat juga sangat penting. Seperti dalam kasus ini, warga yang melihat bocah tersebut berlari di jalan raya langsung bertindak untuk mencegah kemungkinan kecelakaan.
Kesadaran masyarakat bisa menjadi lapisan pertahanan terakhir dalam menjaga keselamatan anak-anak, terutama yang belum mampu mengambil keputusan secara mandiri.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat berada di tempat umum. Selain itu, pentingnya edukasi tentang kondisi khusus seperti autisme juga harus terus dilakukan agar masyarakat lebih paham bagaimana menangani situasi seperti ini.
Dengan kombinasi kesadaran orang tua dan dukungan masyarakat, kejadian seperti ini dapat diminimalkan dan anak-anak dengan kondisi khusus bisa tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman.





