jabar.
KOTA BANDUNG – Persib Bandung akan menghadapi tantangan berat saat melawan Persebaya Surabaya dalam pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/26. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) ini diprediksi menjadi pertandingan yang sangat menarik dan penuh ketegangan, sekaligus menjadi ajang persaingan antara dua klub besar sepak bola Indonesia.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyatakan bahwa pertandingan ini akan menjadi salah satu derby terbesar yang pernah dihadapi timnya, setelah melawan Persija Jakarta. Kedua klub memiliki basis suporter yang sangat besar dan sama-sama memperjuangkan kemenangan dengan semangat tinggi.
“Besok (malam ini) adalah derby. Pertandingan antara dua tim terbesar dalam sepak bola Indonesia. Dalam pertandingan seperti ini tidak ada favorit. Laga seperti ini selalu sulit. Mungkin enak ditonton, tetapi semua orang ingin menang dalam pertandingan seperti ini,” ujar Hodak dalam konferensi pers pralaga.
Persebaya kini dilatih oleh Bernardo Tavares, pelatih yang pernah membawa PSM Makassar meraih gelar juara Liga 1. Kemampuannya dalam merancang strategi membuat Hodak menjaganya dengan lebih waspada.
Menurut Hodak, sejak Bernardo Tavares menangani Persebaya, tim tersebut telah berubah menjadi tim yang sangat berbahaya dengan pertahanan yang kuat dan disiplin. Ia yakin bahwa laga besok akan sangat sulit bagi Persib.
“Sudah sejak pelatih baru datang ke Persebaya, Bernardo selalu menginginkan tim dengan pertahanan yang baik dan bekerja keras. Jadi saya memprediksi pertandingan akan sulit,” tambahnya.
Karena sifatnya yang sulit, Hodak memperkirakan pertandingan ini tidak akan banyak menghasilkan gol dari kedua kubu. Baik Persib maupun Persebaya memiliki kualitas pemain yang tidak diragukan lagi.
Apalagi Persib baru saja meraih kemenangan telak 5-0 atas Madura United, yang memberikan kepercayaan diri tinggi kepada para pemain. Namun, Hodak tetap memperingatkan bahwa laga ini tidak akan mudah.
Di sisi lain, Hodak mengambil contoh pertandingan di putaran pertama musim ini. Saat itu, laga berjalan sangat ketat hingga wasit mengeluarkan kartu merah untuk kedua kubu. Gol yang tercipta hanya satu dari kubu Persib, yang dicetak oleh Uilliam Barros dan membawa kemenangan bagi klub asal Bandung ini.
“Musim lalu adalah cerita yang berbeda. Saya tidak ingat kami kebobolan banyak gol di pertandingan, tetapi mungkin itu terjadi karena saya mengambil risiko dengan memasang kiper muda untuk menambah penyerang (asing), supaya kami tidak kalah,” katanya.
“Saya tidak berpikir pertandingan besok akan sama seperti musim lalu,” lanjutnya.





