Persib Bandung Berusaha Meraih Kemenangan di Markas Persebaya Surabaya
Persib Bandung datang ke Stadion Gelora Bung Tomo dengan misi jelas: mencuri tiga poin dari kandang Persebaya Surabaya. Laga pekan ke-24 Super League 2025/2026, yang berlangsung pada Senin (2/3/2026), menjadi panggung penting bagi Maung Bandung untuk menjaga posisi terdepan di klasemen.
Di atas kertas, pertandingan ini bukan hanya soal gengsi antara dua tim besar. Persib sedang dalam tren positif di puncak klasemen, sementara Persebaya Surabaya berambisi memperbaiki performa mereka di kandang sendiri. Atmosfer di GBT dipastikan membara saat Green Force mencoba menekan sejak menit awal. Namun, Persib tidak datang tanpa bekal, apalagi pelatih mereka, Bojan Hodak, sudah mengantongi peta kekuatan lawan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyebut bahwa Persebaya Surabaya kini tampil lebih rapat sejak ditangani oleh Bernardo Tavares. Perubahan ini membuat Green Force lebih disiplin dan sulit ditembus. Menurut Hodak, organisasi pertahanan Persebaya Surabaya meningkat signifikan dalam beberapa laga terakhir. Mereka tidak lagi bermain terbuka, melainkan menunggu momen tepat untuk menghukum lawan lewat serangan balik cepat.
Kecepatan Bruno Moreira dan Gali Freitas menjadi ancaman bagi lini belakang Persib. Ditambah kreativitas Francisco Rivera sebagai pengatur serangan, kombinasi ini tidak boleh dianggap remeh. Hodak menyatakan bahwa melawan Persebaya, mereka harus berhati-hati karena lawan cukup rapat sejak kehadiran pelatih baru. Mereka juga berbahaya ketika melancarkan serangan balik.
Ucapan itu menggambarkan betapa seriusnya Persib menatap duel ini. Tidak ada ruang untuk lengah sedikit pun di markas lawan yang dikenal angker. Persiapan telah dirampungkan di Bandung sebelum tim bertolak ke Surabaya. Hodak mengaku sudah menyusun rencana bermain sekaligus menyiapkan skenario untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
“Kami harus berhati-hati, tentu saja kami akan mencoba untuk memainkan cara bermain kami, kami akan mencoba mendapatkan hasil positif,” ujarnya. Target hasil positif jelas bermakna tiga poin penuh. Persib tidak ingin posisi nomor satu goyah hanya karena terpeleset di kandang Persebaya Surabaya.
Meski begitu, Maung Bandung datang dengan sedikit ganjalan di komposisi pemain. Bek tangguh Julio Cesar dipastikan absen akibat cedera yang belum pulih. Absennya Julio memaksa Hodak memutar otak di lini pertahanan. Koordinasi dan komunikasi antarpemain belakang harus ekstra solid menghadapi tekanan tuan rumah.
Di lini tengah, kondisi Thom Haye masih diragukan tampil setelah absen dalam dua laga terakhir. Situasi ini membuat rotasi dan kreativitas lini tengah jadi perhatian khusus. Kapten Marc Klok dituntut segera menemukan ritme terbaiknya. Pengalaman dan kepemimpinannya sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan permainan.
Kabar baiknya, lini depan Persib sedang panas-panasnya. Trio Uilliam Barros, Andrew Jung, dan Ramon Tanque menunjukkan ketajaman dalam beberapa laga terakhir. Pergerakan tanpa bola yang agresif dan penyelesaian akhir klinis jadi modal penting membongkar pertahanan rapat Persebaya Surabaya. Jika momentum terjaga, lini depan Maung Bandung bisa jadi pembeda.
Duel di GBT nanti diprediksi berjalan ketat sejak awal. Persebaya Surabaya akan mengandalkan dukungan penuh suporter untuk menekan dan memaksa Persib keluar dari pola mainnya. Sebaliknya, Persib kemungkinan memilih bermain sabar sambil mencari celah. Transisi cepat dan akurasi umpan menjadi kunci membongkar blok pertahanan Green Force.
Laga ini juga menjadi adu taktik dua pelatih dengan karakter berbeda. Hodak dikenal pragmatis dan efektif, sementara Tavares mengutamakan organisasi permainan yang rapi dan disiplin. Persib sadar satu kesalahan kecil bisa berujung petaka di laga tandang seperti ini. Karena itu, fokus selama 90 menit penuh jadi harga mati.
Jika mampu meredam serangan balik cepat Persebaya Surabaya, peluang Persib terbuka lebar. Apalagi kepercayaan diri tim sedang tinggi setelah rentetan hasil positif. Sebaliknya, jika Bruno Moreira dan kawan-kawan lepas dari kawalan, situasi bisa berubah dalam hitungan detik. Kecepatan mereka sering kali memanfaatkan ruang kosong di belakang bek lawan.
Inilah ujian mental sekaligus kualitas bagi Persib sebagai pemuncak klasemen. Konsistensi sering kali ditentukan di laga-laga sulit seperti ini. Tiga poin di GBT bukan sekadar tambahan angka. Itu jadi pesan tegas jika Persib memang serius mempertahankan posisi teratas hingga akhir musim.
Semua mata kini tertuju ke Surabaya. Apakah Bojan Hodak benar-benar sudah mengantongi kelemahan Persebaya Surabaya, atau justru Green Force yang memberi kejutan di rumah sendiri? Yang pasti, big match ini layak dinanti hingga peluit akhir berbunyi. Drama, adu taktik, dan tensi tinggi bakal jadi suguhan utama di Stadion Gelora Bung Tomo.





