Bolehkah Diabetes Makan Kurma Saat Berbuka?

Ilustrasi Makan Kurma
Ilustrasi Makan Kurma

Manfaat Kurma untuk Kesehatan dan Keamanannya bagi Penderita Diabetes

Kurma adalah buah yang sangat dianjurkan oleh umat Islam untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Rasanya yang manis membuat kurma cocok untuk mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa. Selain itu, kurma juga dikenal sebagai sumber energi alami karena kandungan gulanya, terutama fruktosa dan glukosa. Selain gula, kurma juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi.

Namun, banyak masyarakat bertanya apakah kurma aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Bagi pengidap diabetes, kandungan gula dalam kurma bisa menjadi tantangan. Namun, menurut ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, kurma aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Indeks Glikemik dan Pengaruhnya pada Tubuh

Indeks glikemik merupakan indikator yang menunjukkan seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Jika kenaikan gula darah terlalu cepat, pankreas harus bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Sebaliknya, makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu meringankan kerja pankreas.

Menurut Toto, kurma memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi. Selain itu, kandungan serat yang tinggi dalam kurma juga membantu memperlambat penyerapan gula di dalam darah.

“Buah yang sangat manis dan aman untuk dikonsumsi oleh orang berpuasa maupun penderita diabetes itu kurma,” ujar Toto. Ia menambahkan bahwa kandungan gizi dalam kurma juga baik bagi kesehatan dan tidak memperburuk kondisi diabetes.

Rekomendasi Konsumsi Kurma untuk Penderita Diabetes

Toto menjelaskan bahwa tidak ada batas pasti konsumsi kurma. Namun, ia mengingatkan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Hal ini penting agar kebutuhan gizi dari makanan lain tetap terpenuhi.

Sebagai panduan, ia merekomendasikan konsumsi sekitar 3–5 butir kurma saat berbuka puasa. Jika ukuran kurma besar, seperti kurma ajwa atau sukkari, maka 3 butir sudah cukup. Sementara jika ukurannya kecil, konsumsi sekitar 5–7 butir masih tergolong wajar.

Selain itu, Toto juga menyebutkan bahwa kurma lebih baik dikonsumsi dibandingkan kue kering berbahan dasar gandum. Pasalnya, indeks glikemik gandum dapat meningkat setelah diolah menjadi kue.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kurma merupakan buah yang bermanfaat bagi kesehatan dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Dengan indeks glikemik yang rendah dan kandungan nutrisi yang baik, kurma dapat menjadi pilihan yang tepat untuk berbuka puasa.


Pos terkait