Bolehkah Minum Air Dingin Saat Berbuka? Ini Penjelasannya

Aa1xaqfq
Aa1xaqfq

Minum Air Dingin Saat Berbuka Puasa: Apakah Aman?

Setelah seharian menahan rasa haus dan lapar, segelas air dingin saat berbuka puasa tentu terasa sangat menyegarkan. Tidak sedikit orang yang langsung memilih air es untuk menghilangkan dahaga dengan cepat, terutama ketika cuaca sedang panas. Namun, apakah boleh langsung minum air dingin saat berbuka puasa? Apakah kebiasaan ini aman bagi tubuh, atau justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya?

Untuk memahami jawabannya, penting untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuh setelah berpuasa dan bagaimana pengaruh suhu air terhadap sistem pencernaan.

Kondisi Tubuh Setelah Berpuasa

Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60 – 70% air. Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam sehingga berisiko mengalami kekurangan cairan (dehidrasi). Kekurangan cairan dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti sakit kepala, pusing, lemas, sembelit, serta kulit kering dan pecah-pecah.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bahkan bisa menimbulkan gangguan ginjal dan masalah kesehatan lainnya. Karena itu, penting untuk mengganti cairan tubuh secara bertahap sejak waktu berbuka hingga sahur.

Mengapa Tidak Dianjurkan Langsung Minum Air Dingin?

Minum air yang sangat dingin segera setelah berpuasa dapat membuat otot lambung berkontraksi secara tiba-tiba. Hal ini bisa memperlambat proses pencernaan karena aliran darah ke lambung dan usus berkurang sementara. Akibatnya, tubuh tidak dapat menyerap nutrisi, vitamin, dan mineral dari makanan secara optimal.

Tak hanya itu, beberapa keluhan pun akan muncul jika langsung minum air dingin saat berbuka puasa, diantaranya ialah perut terasa kram atau kolik, gangguan pencernaan, perut kembung, hingga asam lambung meningkat. Karena itu, lebih baik memulai berbuka dengan air bersuhu ruangan atau air hangat. Setelah itu, jika ingin minum air yang lebih dingin, sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan.

Bagaimana Menurut Penelitian?

Sebuah situs ilmiah menjelaskan bahwa minum air dingin tidak memiliki bahaya tetap yang pasti, kecuali kemungkinan memperlambat pencernaan karena kontraksi lambung. Penelitian juga menunjukkan bahwa air bersuhu sekitar 16°C (suhu air keran normal di banyak negara) dapat membantu mendinginkan tubuh setelah aktivitas berat dan banyak berkeringat.

Artinya, air yang cukup dingin bisa bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh setelah beraktivitas. Namun, saat berbuka puasa, tubuh dalam keadaan sensitif karena perut kosong dalam waktu yang lama, sehingga perlu penyesuaian secara perlahan.

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Saat Puasa?

Untuk mencegah dehidrasi, dianjurkan minum sekitar 10 – 12 gelas air setiap hari selama waktu berbuka hingga sahur. Namun, sebaiknya tidak diminum sekaligus dalam jumlah besar karena tubuh akan segera mengeluarkannya melalui urine. Akibatnya, tubuh tidak menyerap cairan secara maksimal dan Anda akan cepat merasa haus kembali.

Minumlah air sedikit demi sedikit, tetapi secara teratur. Dengan cara ini, tubuh dapat menyerap cairan secara optimal dan tetap terjaga kelembabannya.

Kesimpulan

Meskipun minum air dingin bisa terasa segar, terutama di cuaca yang panas, sebaiknya dilakukan secara hati-hati saat berbuka puasa. Tubuh membutuhkan penyesuaian perlahan agar tidak mengganggu proses pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan. Dengan memperhatikan suhu dan jumlah air yang dikonsumsi, Anda dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

Pos terkait