Bos Rokok HS Masih Kritis Usai Mogenya Hantam Jupiter MX, Motor dalam Kondisi Mengerikan

Whatsapp Image 2023 03 14 At 16.24.48 E1678782964796
Whatsapp Image 2023 03 14 At 16.24.48 E1678782964796

Kondisi Terkini CEO Surya Group Pasca Kecelakaan Maut

CEO Surya Group, Muhammad Suryo, masih dalam kondisi kritis setelah mengalami kecelakaan maut di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo. Kecelakaan terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore, saat moge yang dikendarainya menabrak motor Jupiter MX yang dikendarai oleh bapak dan anak. Akibat kejadian tersebut, istri Muhammad Suryo, Anis Syarifah (41), meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban lainnya adalah Abdullah alias Aab, pengendara Jupiter MX, serta putranya DN (10). Keduanya mengalami cedera serius dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. DN mengalami patah kaki kanan terbuka, sementara Aab mengalami luka patah tulang terbuka di tungkai kanan bawah serta patah pergelangan tangan.

Peristiwa Kecelakaan dan Korban Luka-Luka

Menurut keterangan dari Aab, kecelakaan terjadi saat ia dan anaknya, DN, hendak menyeberang jalan menuju Pripih untuk mencari takjil sekitar pukul 16.30 WIB. Ia sempat melihat mobil dari arah timur, namun posisinya masih jauh. Tanpa diduga, sebuah moge melaju kencang dari arah timur muncul dari balik mobil tersebut dan langsung menghantam motor yang dikendarainya.

Akibat tabrakan, DN terpental hingga masuk ke dalam sungai di pinggir jalan nasional. Saat ini, DN sedang dipantau oleh dokter karena luka yang dialaminya. Kerabat korban, Sarah, mengaku ngeri melihat kondisi motor milik Aab yang remuk hingga ban motornya terlepas akibat tabrakan tersebut.

Kedua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Wates. Kerabat korban lainnya, Iyas, menyebutkan bahwa ayah dan anak tersebut harus menjalani tindakan operasi tulang pada Senin pagi akibat luka serius yang dialami. Pihak keluarga berharap proses pemulihan berjalan lancar agar DN yang berposisi sebagai striker di sekolah sepak bola (SSB) Karangwuluh itu bisa kembali mengejar cita-citanya.

Penyelidikan Polres Kulon Progo

Polres Kulon Progo telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan metode TAA (Traffic Accident Analysis) sebanyak dua kali, yaitu pada Minggu kemarin dan Senin (2/3/2026). Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menyampaikan bahwa motor gede jenis Harley Davidson dikendarai oleh MS sambil membonceng AS, yang merupakan istrinya. MS melaju di Jalan Nasional Wates-Purworejo dari arah timur ke barat sekitar pukul 16.45 WIB, Minggu sore kemarin.

Setibanya di Simpang Mlangsen, Kalurahan Palihan, Temon, MS bertemu dengan motor Jupiter Z yang dikendarai oleh AA berboncengan dengan DN. AA diketahui hendak menyeberang dari selatan ke utara. MS disebut tak sempat menghindar dari AA sehingga tabrakan antara keduanya tak bisa dihindari. AS meninggal dunia akibat kejadian itu, sedangkan tiga korban lainnya luka-luka. Menurut informasi, para korban luka dirujuk ke Rumah Sakit (RS) di Kota Yogyakarta.

Sarjoko mengatakan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pihaknya kini masih terus melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut, termasuk pengumpulan saksi-saksi dan menggali keterangan dari mereka. “Kami belum bisa menyampaikan detailnya karena masih penyelidikan,” ujar Sarjoko. Ia pun memastikan penanganan kejadian laka akan dilakukan secara objektif dan profesional.

Profil Muhammad Suryo

Muhammad Suryo lahir di Lampung pada tanggal 27 Maret 1984. Ia dikenal sebagai pebisnis muda sekaligus CEO Surya Group Holding Company, pemilik bisnis rokok HS. Masa kecil hingga lulus SMA dihabiskan di Lampung Timur. Setelah itu, keluarganya sempat menetap di Bengkulu sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta.

Kota pelajar tersebut menjadi titik awal ia mulai membangun usaha secara mandiri. Merantau dari Bengkulu, tinggal di kos 3×3 meter bersama tiga orang, tidur beralaskan karpet, naik bus ke kampus. Sebelum sukses seperti sekarang, Suryo pernah menjadi penjual air galon isi ulang dan sopir rental untuk bertahan hidup.

Di bawah kepemimpinan Muhammad Suryo sebagai CEO, Surya Group berkembang pesat dan menjadi payung bagi berbagai lini usaha strategis. Dari sektor tersebut, ia memperluas jaringan usahanya ke bidang konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan.

Nama bos HS dan pemilik rokok HS semakin dikenal luas setelah didirikannya pabrik rokok HS pada tahun 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Pada Desember 2025, Muhammad Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dia mendapat penghargaan sebagai alumni peduli atas dedikasinya menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

Penghargaan diberikan karena Suryo dianggap sebagai alumni yang peduli pada pembangunan nasional dengan menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung kegiatan UPN. Kemudian, kini operasional pabrik HS di Lampung Timur ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang.


Pos terkait