Usulan Penambahan Armada BPBD Kota Tasikmalaya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mengajukan usulan penambahan armada kendaraan sebagai bentuk penunjang pelayanan di wilayah kota. Pengajuan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam menangani berbagai kejadian bencana dan kebakaran yang sering terjadi.
Pengajuan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Musrenbang di Mako Damkar Jalan Ir H Juanda, Senin (2/3/2026). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara, yang hadir bersama perwakilan anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya serta OPD lainnya.
Fokus pada Pengadaan Kendaraan
Dalam pemaparannya, Plt BPBD Kota Tasikmalaya Hanafi menyampaikan bahwa fokus utama pengajuan adalah pengadaan kendaraan yang mampu melayani 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya. Saat ini, fasilitas dan armada masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan layanan.
“Kegiatan BPBD mencakup urusan kebencanaan dan kebakaran yang merupakan pelayanan minimal. Namun, fasilitas dan armada masih kurang,” ujar Hanafi.
Ia menjelaskan bahwa dalam menghadapi bencana, semua upaya dilakukan, termasuk dalam hal pengadaan armada kendaraan. Kota Tasikmalaya memiliki risiko bencana tinggi, sehingga diperlukan penindakan dan penanganan yang maksimal.
Standar Perkotaan yang Diharapkan
Hanafi juga menyampaikan bahwa cita-cita BPBD adalah memiliki kendaraan sesuai standar perkotaan. Pihaknya berharap pengadaan kendaraan tersebut dapat terealisasi pada tahun 2027 mendatang.
Adapun usulan BPBD di tahun 2026 seperti Thannoz truk fire sepanjang 24 meter dengan kapasitas 2500 liter dan Thannoz Truk fire 500 liter dinilai sulit terealisasi karena kondisi efisiensi anggaran.
“Kendaraan armada standar perkotaan sangat penting. Gedung-gedung di Kota Tasikmalaya bertingkat empat dan lima, jadi tanpa dukungan kendaraan tangga akan kesulitan dalam penanganan,” tegas Hanafi.
Tanggapan dari Wakil Wali Kota
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara menanggapi usulan BPBD dengan menyatakan bahwa semua aspirasi akan ditampung. Namun, ia mengakui bahwa prediksi realisasi masih harus melihat kemampuan anggaran.
“Saya belum bisa memprediksi, harus dilihat dulu kemampuan pengelolaan anggaran nanti di tingkat TAPD,” ucap Diky.
Ditanyai tentang peran bantuan dari CSR di Kota Tasikmalaya, Diky menyatakan bahwa kondisi ekonomi di daerah cukup berat. Meskipun ada penurunan yang luar biasa, ia berjanji akan berusaha untuk mewujudkan bantuan tersebut.
Kondisi Ekonomi dan CSR
CSR di Kota Tasikmalaya dinilai memiliki kondisi yang agak sulit. Namun, Diky tetap berkomitmen untuk mencari solusi terbaik agar usulan BPBD dapat terealisasi.
Dengan adanya usulan ini, diharapkan BPBD Kota Tasikmalaya dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai ancaman bencana dan kebakaran. Penambahan armada kendaraan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan masyarakat.





