Bencana Alam Angin Puting Beliung Melanda Kabupaten Ngawi
Beberapa titik di Kabupaten Ngawi dilanda angin puting beliung yang menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur. Peristiwa alam ini terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, mengakibatkan ratusan rumah warga rusak serta akses jalan tertutup pohon tumbang.
Angin kencang disertai hujan deras tersebut muncul di permukiman penduduk dan areal persawahan, memicu kepanikan di kalangan warga. Banyak dari mereka berteriak dan menganggap peristiwa ini sebagai “cleret taun”, istilah khusus untuk menggambarkan fenomena angin puting beliung.
Video-video yang menayangkan kejadian alam tersebut viral di media sosial, memberikan gambaran tentang dampak yang dialami oleh warga setempat. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah, di mana genteng berhamburan ke tanah akibat tiupan angin yang sangat kuat.
Kerusakan yang Terjadi
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, menjelaskan bahwa peristiwa cuaca ekstrem ini melanda wilayah Kecamatan Padas dan sekitarnya. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Desa Tambakromo, Kecamatan Padas. Di sana, pohon tumbang menutup akses jalan utama antara Padas dan Pangkur.
“Hujan deras disertai angin di wilayah Kecamatan Padas dan sekitarnya mengakibatkan pohon tumbang menutup akses lalu lintas Jalan Raya Padas–Pangkur, Desa Tambakromo,” ujar Partoyo.
Selain itu, puluhan rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara, di Dusun Kuncen, Desa Tambakromo:
- Rumah rusak ringan sebanyak 25 unit di RT 004/RW 004.
- Rumah rusak ringan sebanyak 13 unit di RT 005/RW 004.
- Rumah rusak sedang sebanyak 7 unit.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meskipun banyak kerusakan yang terjadi, pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim TRC BPBD terus melakukan asesmen di lokasi bencana, sambil melakukan pengondisian di area yang terkena dampak.
“Nihil korban jiwa. Petugas masih melakukan pengondisian di lokasi, melibatkan unsur Polri, TNI, relawan, dan masyarakat setempat,” tambah Partoyo.
Upaya Penanganan Bencana
Tim tanggap darurat BPBD bersama dengan pihak lainnya bekerja sama untuk memastikan kondisi di lokasi bencana stabil. Proses evaluasi dan pemulihan terus dilakukan, termasuk pembersihan akses jalan yang tertutup pohon tumbang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, warga setempat tampak tetap tenang meskipun situasi cukup memprihatinkan. Mereka terlihat saling membantu dalam proses pemulihan, baik secara individu maupun kelompok.
Kesimpulan
Peristiwa angin puting beliung di Kabupaten Ngawi menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terjadi menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara instansi terkait dan masyarakat dalam penanganan bencana.





