Inisiatif GoTo yang Menyentuh Hati Mitra
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah meluncurkan empat inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra driver mereka. Salah satu inisiatif tersebut adalah membiayai BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk mitra juara, yang awalnya diuji coba di Surabaya sejak Desember 2025. Untuk skala nasional, para mitra juara se-Indonesia dapat menikmati manfaat dari program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mulai 1 Februari 2026.
Selain itu, GOTO juga menghadirkan tiga inisiatif lainnya, yaitu Bonus Hari Raya, Bursa Kerja Mitra Gojek dan Beasiswa untuk Mitra/Keluarga, serta Usaha Mitra Swadaya. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi mitra dan keluarga mereka, sehingga tidak hanya menjadi tambahan benefit, tetapi juga bentuk nyata apresiasi atas kerja keras para mitra di lapangan.
Sistem Poin Membuat Mitra Merasa Dihargai
Salah satu inisiatif yang mendapat respon positif adalah sistem poin per trip yang bisa ditukarkan menjadi voucher pulsa, listrik, dan BBM. Program ini dirasa sangat membantu dalam kebutuhan sehari-hari para mitra. Dengan adanya sistem poin ini, mitra merasa bahwa kinerja mereka benar-benar dihargai oleh perusahaan.
Kepala Keluarga Gojek Merah Putih (KGMP) sekaligus Ketua Komunitas Super Gojek Ori (SGO), Farid Setiawan, menyampaikan bahwa program apresiasi mitra dan sistem poin ini memberikan manfaat langsung bagi para mitra. Ia menilai bahwa sistem poin ini bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga motivasi untuk menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Melalui program apresiasi mitra dan sistem poin apresiasi, mitra merasakan bahwa kinerja mereka semakin dihargai. Poin yang dapat ditukarkan untuk kebutuhan sehari-hari memberikan manfaat langsung dan menjadi motivasi bagi mitra untuk terus menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Farid.
Bersyukur Atas Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

Farid juga merasa bersyukur dengan adanya inisiatif GoTo yang menanggung iuran BPJS, baik Ketenagakerjaan maupun Kesehatan. Ia menyebutkan bahwa dulu para mitra harus membayar sendiri, namun kini sudah dibantu sepenuhnya oleh perusahaan.
“Jujur saya senang dan bersyukur waktu dengar GoTo ngasih BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang ditanggung perusahaan. Soalnya dulu kami harus bayar sendiri, sekarang sudah dibantu penuh,” kata Farid.
Ia menambahkan bahwa perlindungan dari BPJS ini memberikan ketenangan bagi para mitra dan keluarga mereka. “Kalau suatu hari terjadi hal yang tidak diinginkan, setidaknya sudah ada perlindungan, mulai dari obat, perawatan, sampai benar-benar pulih. Yang paling terasa buat saya tentu dari sisi keuangan, karena kami tidak perlu keluar biaya lagi, dan keluarga di rumah juga jadi lebih tenang saat saya bekerja,” imbuhnya.
Cerita serupa juga datang dari Febri, mitra Gojek di Surabaya. Dia mengaku sangat bersyukur ketika BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan diumumkan gratis. “Sangat bersyukur pas waktu GoTo mengumumkan BPJS TK dan Kesehatan jadi gratis. Karena sebelumnya kan kita harus bayar sendiri dan sekarang sudah tidak bayar lagi,” kata dia.
Febri memilih mengambil BPJS Ketenagakerjaan saja sesuai opsi yang tersedia. Meski belum pernah menggunakan manfaatnya karena masih sehat, ia merasa lebih tenang karena sudah terlindungi. “Kalau amit-amit terjadi apa-apa saya sudah tenang karena semua di-cover oleh perusahaan. Dulu harus bayar, sekarang enggak, jadi lebih meringankan beban,” ujar Febri.
Langkah Signifikan dari GoTo

Dukungan terhadap inisiatif GoTo juga datang dari Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar. Dia menilai kehadiran GoTo dalam memberikan jaminan sosial, kecelakaan kerja, kematian, serta jaminan kesehatan merupakan langkah signifikan yang patut diapresiasi.
“Kehadiran GoTo untuk memberikan sebuah program yang membayar program jaminan kecelakaan kerja dan juga kematian beserta jaminan kesehatan, merupakan langkah yang signifikan. Ini harus diikuti oleh semua aplikator untuk bagaimana bisa melindungi pekerja sehingga mereka tidak mengalami persoalan ketika ada risiko-risiko,” tutur Timboel.
Dengan kombinasi perlindungan sosial dan sistem apresiasi berbasis kinerja, para mitra berharap program ini tak hanya menjadi insentif jangka pendek, tetapi juga komitmen berkelanjutan dalam menciptakan rasa aman dan penghargaan bagi para pengemudi yang menjadi tulang punggung layanan transportasi daring.





