Prediksi Pergerakan IHSG pada Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026). Hal ini terjadi karena sentimen global yang cenderung risk-off akibat konflik di kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memprediksi bahwa IHSG akan bergerak secara volatil dengan kecenderungan melemah.
Menurutnya, investor cenderung mencari instrumen investasi yang lebih aman dalam situasi ketidakpastian. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup stagnan di level 8.235. Namun, adanya aksi net foreign sell senilai Rp694,22 miliar menunjukkan bahwa dana asing terus meninggalkan pasar sepanjang tahun 2026, dengan total dana yang keluar mencapai Rp9,51 triliun.
“Prediksi IHSG pada hari Senin (2/3) adalah akan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya sentimen risk-off global akibat eskalasi konflik AS-Israel dan Iran. Investor cenderung beralih ke aset safe haven,” ujarnya dalam riset harian.
Selain itu, pasar juga sedang memantau potensi kenaikan harga minyak jika distribusi di Selat Hormuz terganggu. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan inflasi dan biaya produksi bagi emiten.
Meskipun demikian, Reza menilai tekanan terhadap IHSG akan cenderung tertahan. Hal ini dikarenakan komposisi indeks yang banyak diisi oleh saham-saham berbasis komoditas. Saham-saham tersebut berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga energi dan emas.
Secara teknikal, area support IHSG diperkirakan berada pada level 8.150—8.100, sementara resistance ada pada level 8.350.
Rekomendasi Saham dari BRIDS
BRIDS merekomendasikan beberapa saham untuk dibeli, antara lain:
-
PT Medco Energi International Tbk. (MEDC)
Area beli pada level Rp1.650—Rp1.700 per saham, target harga pada Rp1.775—Rp1.835, dan stop loss pada level kurang dari Rp1.550. Secara teknikal, MEDC masih dalam tren bullish. Saat ini, harga sedang pullback dengan support di level Rp1.580—Rp1.655. Jika berada di atas area tersebut, peluang penguatan menuju target harga terbuka.
Sentimen tambahannya adalah para analis memperkirakan harga minyak bisa naik hingga US$100 setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. -
PT Elnusa Tbk. (ELSA)
Direkomendasikan buy pada area Rp830—Rp850, dengan target harga Rp890—Rp925, dan stop loss pada area kurang dari Rp800. Pergerakkan harga saham ELSA masih dalam tren bullish. -
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)
Direkomendasikan buy pada level Rp3.500—Rp3.700 per saham, dengan target harga Rp3.840—Rp3.960, dan stop loss pada area kurang dari Rp3.450. MDKA disebut tengah pullback dengan level support pada Rp3.460—Rp3.650. Peluang penguatan lanjutan terbuka menuju target harga.
Sentimen tambahannya adalah harga emas berpotensi melonjak saat pasar dibuka Minggu malam akibat meningkatnya permintaan safe haven setelah eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran. Sebelumnya, emas sudah berada di tren naik dan sempat mencapai $5.278/oz, mendekati rekor $5.500/oz.
Rekomendasi Saham untuk Dijual
BRIDS juga merekomendasikan sell saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) lantaran secara teknikal, pergerakkan saham DSSA telah mengalami breakdown dari garis MA200 dan support penting pada level Rp87.475—Rp83.875. Analis memperingatkan potensi pelemahan lanjutan hingga ke level Rp75.250 per saham.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





