BSDE Targetkan Rp 10 Triliun di Tahun 2026, Perumahan Jadi Pemain Utama

Aa1mjl1d
Aa1mjl1d



PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menetapkan target pra-penjualan sebesar Rp 10 triliun untuk tahun 2026. Target ini dianggap realistis dan konservatif, dengan fokus pada penguatan penjualan properti residensial dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya, menjelaskan bahwa target tahun 2026 sama dengan target yang ditetapkan pada 2025. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

“Kami tidak ingin terlalu bombastis. Targetnya tetap sebesar Rp 10 triliun,” ujarnya dalam acara media gathering pada Rabu (25/2).

Pada tahun 2025, BSDE berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp 10,04 triliun, sedikit melampaui target sebesar Rp 10 triliun. Realisasi ini didukung oleh beberapa segmen bisnis, antara lain:

JV land sales sebesar Rp 2,12 triliun

Segmen komersial sebesar Rp 3,72 triliun

* Segmen residensial sebesar Rp 4,19 triliun

Manajemen BSDE mengakui bahwa tahun 2025 menjadi periode yang cukup menantang, terutama dari sisi investor. Penjualan residensial mengalami penurunan dari Rp 5,39 triliun pada 2024 menjadi Rp 4,19 triliun pada 2025, karena investor lebih berhati-hati dalam berinvestasi.

Namun, permintaan dari end user atau pengguna akhir relatif stabil. Hal ini didukung oleh kebutuhan hunian yang masih tinggi, suku bunga yang rendah, serta tenor pembiayaan yang lebih panjang.

Untuk tahun 2026, BSDE menargetkan kontribusi dari berbagai segmen bisnis. Berikut rinciannya:

Segmen residensial: sekitar Rp 5 triliun

Segmen komersial: sekitar Rp 3,50 triliun

* JV land sales: sekitar Rp 1,50 triliun

Optimisme ini didasarkan pada cadangan lahan yang luas, sehingga memungkinkan perseroan untuk lebih fleksibel dalam mengatur komposisi produk.

Dalam segmen residensial, BSD City diharapkan dapat menyumbang sebesar Rp 1,60 triliun atau 16% dari total target segmen tersebut. Kontributor lainnya adalah Nava Park dengan target Rp 1 triliun (10%) dan Grand Wisata sebesar Rp 700 miliar (7%).

Di segmen komersial, kawasan komersial BSD City diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar Rp 1,80 triliun atau 18% dari target komersial 2026. Proyek lain termasuk kawasan komersial di berbagai township di luar BSD City sekitar Rp 950 miliar (10%) serta Apartemen Southgate sebesar Rp 200 miliar (2%).

Selain itu, entitas anak PT Suryamas Dutamakmur diharapkan dapat menyumbang sekitar 3,5% dari total target pra-penjualan 2026. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembukaan peluang kerja sama pengembangan kawasan dengan mitra lokal maupun asing.

Dengan strategi yang telah dirancang, BSDE berharap dapat mempertahankan kinerja positifnya di tengah tantangan pasar yang terus berkembang.

Pos terkait