BTS Gelar Konser di Gwanghwamun, Istana Gyeongbokgung Tutup 21 Maret

Aa1xlvkk 2
Aa1xlvkk 2



Istana Gyeongbokgung akan menghentikan operasionalnya pada 21 Maret mendatang, tepat sebelum digelarnya konser grup K-pop BTS di Gwanghwamun Square, Seoul, Korea Selatan. Penutupan ini tergolong tidak biasa, karena istana tersebut biasanya tetap buka pada akhir pekan dan hanya libur setiap hari Selasa.

Menurut informasi dari Pusat Istana dan Makam di bawah Layanan Warisan Korea, keputusan ini diambil karena lokasi Istana Gyeongbokgung yang sangat dekat dengan area konser, hanya berjarak sekitar 230 meter dari alun-alun Gwanghwamun. Dengan adanya acara besar, pihak pengelola menilai penutupan sementara diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.



Konser tersebut akan digelar sehari setelah perilisan album penuh kelima BTS berjudul Arirang, yang menjadi tanda kembalinya formasi lengkap BTS setelah hampir empat tahun. Pertunjukan ini akan disiarkan secara langsung ke sekitar 190 negara melalui platform streaming Netflix, memungkinkan penggemar di seluruh dunia untuk ikut menyaksikan momen tersebut.

Pihak kepolisian memperkirakan jumlah penonton yang memadati kawasan Gwanghwamun bisa mencapai 260.000 orang. Untuk mengantisipasi lonjakan massa, sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi turut mengambil langkah penyesuaian operasional. National Museum of Korean Contemporary History dipastikan tutup pada hari yang sama, sementara Sejong Center for the Performing Arts membatalkan atau menjadwalkan ulang beberapa pertunjukan, termasuk musikal, teater, dan balet. Adapun National Palace Museum of Korea masih mempertimbangkan kemungkinan penutupan.



Agensi BTS, HYBE, menyampaikan bahwa konser diperkirakan berlangsung sekitar satu jam. Durasi tersebut ditentukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan serta kelancaran jalannya acara.

“Hal ini dilakukan mengingat lokasi konser yang berada di salah satu kawasan tersibuk di pusat Kota Seoul, dan bukan di arena pertunjukan tertutup,” kata HYBE. Perusahaan juga menekankan bahwa aspek pengaturan panggung, pengendalian kerumunan, hingga manajemen transportasi publik setelah acara menjadi pertimbangan utama.

Selain itu, durasi yang lebih singkat diharapkan dapat meminimalkan gangguan kebisingan pada malam hari bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi. Penutupan sementara Istana Gyeongbokgung dan sejumlah institusi budaya lainnya mencerminkan besarnya skala acara tersebut, sekaligus menunjukkan upaya berbagai pihak untuk memastikan konser berjalan aman dan tertib di tengah antusiasme besar para penggemar.

Pos terkait