Kegiatan Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Bogor Tengah
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya, hadir langsung dalam acara Buka Puasa Bersama yang diadakan di Vihara Dhanagun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Minggu (1/3/2026). Acara ini dihadiri oleh sekitar 400 anak yatim dan menjadi bagian dari rangkaian Perayaan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2026.
Bima Arya, yang juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Bogor dari tahun 2014 hingga 2024, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan CGM 2026. Menurutnya, acara ini memiliki makna khusus karena dilaksanakan bersamaan dengan bulan suci Ramadan. Hal ini juga menjadi simbol penting untuk mengajarkan generasi muda tentang hidup bersama dalam keberagaman.
“Ini sangat spesial. Baik untuk mendidik anak-anak muda ini, sangat baik untuk edukasi kepada generasi muda mengenai makna kebersamaan dan keberagaman,” ujarnya.
Selain itu, Bima Arya juga mengapresiasi acara buka puasa bersama yang menjadi bagian dari rangkaian CGM. Ia menekankan bahwa kegiatan ini telah berlangsung selama 11 tahun berturut-turut.
“11 tahun itu waktu yang tidak sebentar. Jadi, jika terjaga selama 11 tahun, berarti ini kegiatan sudah menjadi bagian dari kehidupan dan tradisi warga Bogor. Tidak hanya tradisi berbaginya, tapi juga tradisi bersama dalam keberagamannya,” tambahnya.
Peran CGM dalam Memperkuat Toleransi
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan bahwa CGM 2026 merupakan bentuk solidaritas yang terjadi di Kota Bogor. Menurutnya, acara ini mencerminkan toleransi antar umat beragama dan memperkuat silaturahmi antar warga.
“Ini bentuk solidaritas toleransi antar umat beragama dan memperkuat silaturahmi warga Kota Bogor,” katanya.
Dedie Rachim juga menyampaikan apresiasinya terhadap banyak tokoh yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia berharap, partisipasi tokoh-tokoh ini dapat membantu menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang beragam dan toleran.
“Jadi Bogor sangat luar biasa, semua tokohnya terlibat. Semua tokohnya juga ikut andil dan mudah-mudahan ini terus menjadikan kota Bogor sebagai kota yang beragam dan toleran,” ujarnya.
Tradisi yang Terus Berlanjut
Acara Buka Puasa Bersama anak yatim ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar komunitas. Selama 11 tahun terakhir, kegiatan ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bogor. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda bisa belajar menghargai keberagaman dan menjunjung nilai-nilai kebersamaan.
Beberapa hal yang membuat acara ini istimewa adalah:
- Keikutsertaan berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh-tokoh penting.
- Keterlibatan penuh dari komunitas lokal dan lembaga sosial.
- Pemilihan tempat yang bernilai spiritual, seperti Vihara Dhanagun, yang menjadi simbol kerukunan antar agama.
Kesimpulan
CGM 2026 tidak hanya sekadar acara budaya, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dan kebersamaan. Melalui kegiatan seperti Buka Puasa Bersama anak yatim, masyarakat Bogor menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dijaga dan dipertahankan. Dengan semangat seperti ini, diharapkan Kota Bogor terus berkembang sebagai kota yang harmonis dan inklusif.





