Bulog Jamin Stok Beras Sulteng Aman hingga Idul Adha 2026

Aa1xpmpc 2
Aa1xpmpc 2

Stok Beras di Sulawesi Tengah Aman Hingga Idul Adha 2026

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mengklaim bahwa stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga perayaan Idul Adha 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Jusri Pakke, Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, saat mendampingi Pemerintah Kota Palu dalam inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga dan stok pangan di Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, pada Selasa (13/3/2026) pagi.

Jusri menyebutkan bahwa secara umum harga beras di pasaran stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Ia juga menegaskan bahwa ketersediaan beras di beberapa outlet yang menjual produk Bulog masih cukup banyak.

“Kalau melihat kondisi beras di pasar, cukup stabil dan tidak ada kenaikan signifikan. Di beberapa outlet yang menjual beras Bulog, ketersediaannya juga masih banyak,” ujarnya.

Saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Sulawesi Tengah mencapai sekitar 22.000 ton. Dengan rata-rata penyaluran sekitar 21 ton per hari, stok tersebut dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga tiga sampai empat bulan ke depan.

“Dengan stok yang ada sekarang, dipastikan mencukupi hingga Lebaran Haji, atau sekitar tiga sampai empat bulan ke depan,” jelasnya.

Selain stok yang tersedia, Bulog juga akan menerima tambahan pasokan sekitar 4.000 ton, terutama untuk persiapan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Tambahan pasokan tersebut sebagian telah disiapkan dari Sulawesi Selatan dan sebagian lainnya akan masuk dari Sulawesi Tenggara.

Dalam satu hingga dua bulan ke depan, Bulog juga akan melakukan penyerapan beras lokal di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, seperti Parigi, Morowali, dan Luwuk. Target penyerapan beras lokal tersebut mencapai sekitar 11.300 ton se-Sulawesi Tengah.

“Mudah-mudahan bisa tercapai, bahkan lebih dari target,” katanya.

Bulog berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasaran, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri hingga Idul Adha 2026. Hal ini dilakukan guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Strategi Penyediaan Beras yang Berkelanjutan

Untuk mendukung stabilitas pasokan beras, Bulog melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah pengadaan pasokan tambahan dari luar wilayah Sulawesi Tengah. Proses ini dilakukan agar stok beras tetap mencukupi meskipun terjadi lonjakan permintaan selama masa libur lebaran dan hari raya.

Selain itu, Bulog juga fokus pada penyerapan beras lokal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Langkah ini tidak hanya membantu petani setempat, tetapi juga meningkatkan ketersediaan beras dalam skala yang lebih besar.

Pihak Bulog juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah setempat dan pelaku usaha di pasar. Dengan adanya sidak rutin, mereka dapat memastikan bahwa harga beras tetap stabil dan tidak terjadi praktik monopoli atau manipulasi harga.

Peran Bulog dalam Menjaga Kestabilan Pasokan

Peran Bulog sebagai penyedia beras nasional sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Dengan jumlah stok yang mencukupi dan rencana pengadaan tambahan, Bulog siap menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi.

Selain itu, Bulog juga aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi beras dengan bijak dan tidak menimbun beras secara berlebihan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kelangkaan beras di pasar akibat permintaan yang tidak seimbang.

Dengan semua upaya yang dilakukan, Bulog berharap dapat terus menjadi mitra andalan dalam memastikan ketersediaan beras yang aman dan terjangkau bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Pos terkait