Bulog Siap Kirim 2.280 Ton Beras untuk Kebutuhan Jemaah Haji di Arab Saudi

Aa1trhyb
Aa1trhyb



JAKARTA – Perum Bulog akan melakukan ekspor beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia pada tahun 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (23/2/2022).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Bulog akan segera melaksanakan pengiriman perdana beras untuk keperluan jemaah haji. Pemerintah melihat momentum ini sebagai simbol keberhasilan swasembada beras nasional serta kesiapan stok dalam negeri yang kuat.

“Untuk perdana ini sekitar 2.280 ton ya. Nanti lanjut akan dilanjutkan ke negara lain, tapi ini perdana ke Arab Saudi 2.280 ton,” ujar Zulhas dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa seluruh aspek teknis dan logistik telah dipersiapkan guna memastikan pengiriman berjalan tepat waktu dan sesuai standar mutu ekspor. Pengiriman tahap pertama sebanyak 2.280 ton ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi petugas haji yang tiba lebih awal.

“Kami memastikan kualitas produk, ketepatan waktu distribusi, serta keamanan pengiriman melalui jalur laut dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 hari hingga maksimal 45 hari,” ujarnya.

Pengiriman direncanakan berlangsung dalam dua tahap dengan dukungan dua kapal untuk menjaga kelancaran distribusi. Bulog juga memastikan bahwa pelaksanaan ekspor ini tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan beras di dalam negeri, mengingat stok nasional dalam kondisi aman dan terkendali.

“Beras yang dikirim merupakan hasil pengadaan gabah segar hasil panen petani Indonesia dan diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Produk tersebut memiliki kadar air terjaga, tingkat pecahan rendah, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta mengantongi sertifikasi halal”, tambah Rizal.

Sebelumnya, Bulog juga melakukan promosi dan business matching yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jedah guna memperluas akses pasar pangan Indonesia di kawasan Timur Tengah. Respons positif dari para importir dan penyedia katering haji dan umrah semakin memperkuat optimisme bahwa beras Indonesia mampu bersaing dan diterima dengan baik di pasar global.

Bulog menegaskan komitmennya dalam menjalankan penugasan pemerintah secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia, sekaligus memperkuat diplomasi pangan nasional di tingkat internasional.

Langkah-Langkah Persiapan Ekspor Beras

  • Pemilihan Bahan Baku

    Beras yang diekspor berasal dari gabah segar yang diproduksi oleh petani Indonesia. Proses pengolahan dilakukan melalui Rice Milling Unit (RMU) modern yang memastikan kualitas beras tetap terjaga.

  • Standar Mutu Ekspor

    Produk beras telah melalui berbagai proses pengujian laboratorium dan memenuhi standar ekspor internasional. Selain itu, beras ini juga memiliki sertifikasi halal, sehingga cocok untuk digunakan oleh jemaah haji.

  • Logistik dan Distribusi

    Pengiriman dilakukan melalui jalur laut dengan estimasi waktu tempuh antara 30 hingga 45 hari. Dua kapal disiapkan untuk memastikan kelancaran distribusi.

  • Pemenuhan Kebutuhan Petugas Haji

    Pengiriman tahap pertama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi petugas haji yang tiba lebih awal. Hal ini dilakukan agar kebutuhan pokok jemaah dapat terpenuhi sejak awal.

  • Tidak Mengganggu Pasokan Dalam Negeri

    Bulog memastikan bahwa ekspor beras tidak mengganggu ketersediaan pasokan di dalam negeri. Stok nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

Strategi Memperluas Pasar Global

Bulog telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperluas akses pasar pangan Indonesia di kawasan Timur Tengah. Salah satunya adalah melalui promosi dan business matching yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jedah.

Respons positif dari para importir dan penyedia katering haji dan umrah menunjukkan bahwa beras Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Hal ini menjadi bukti bahwa produk pangan Indonesia mampu memenuhi standar kualitas yang diperlukan oleh negara-negara tujuan ekspor.

Dengan adanya ekspor beras ini, Bulog tidak hanya memenuhi kebutuhan jemaah haji, tetapi juga memperkuat diplomasi pangan nasional di tingkat internasional. Komitmen Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah secara profesional dan akuntabel terus dijaga agar layanan yang diberikan dapat optimal.

Pos terkait